4 Beasiswa Luar Negeri Ini Tidak Mewajibkan Pulang Ke Indonesia

4 Beasiswa Tidak Mewajibkan Kamu Pulang ke Indonesia

Beberapa beasiswa yang diajukan para WNI memiliki syarat wajib harus kembali ke Indonesia setelah masa studi. Nah, kamu nggak ingin langsung pulang ke Indonesia? kamu boleh coba daftar 4 beasiswa luar negeri ini! Karena 4 beasiswa luar negeri ini tidak memiliki syarat wajib harus segera balik Indonesia setelah masa studi, jadi kamu bisa keliling dunia dulu deh.

Rekomendasi Beasiswa Luar Negeri Tanpa Syarat Kembali ke Indonesia

Berikut ini 4 rekomendasi beasiswa luar negeri yang tidak mewajibkan sobat Meddy kembali ke Indonesia.

1. Beasiswa Erasmus Mundus Joint Master Degree/EMJMD

Erasmus merupakan salah satu skema program Erasmus+, dengan beasiswa ini setidaknya kita bisa kuliah di dua negara. Baik itu di negara Eropa maupun di negara partner Erasmus lainnya, Beasiswa ini hanya untuk jenjang S2. Bukan hanya itu, dengan beasiswa ini, kita juga akan mendapatkan beberapa ijazah dan gelar sekaligus dari kampus-kampus tempat kita kuliah. Setelah lulus, kamu nggak ingin langsung pulang ke Indonesia? EMJMD juga tidak ada aturan untuk wajib kembali negara asal, jadi bisa nih keliling  Eropa. 

Cakupan beasiswa:

  1. Fully cover tuition fee : hingga 9000 € /tahun
  2. Biaya hidup : 1000 € /bulan
  3. Installation cost : 1000 € satu kali dalam 1 program
  4. Biaya perjalanan : 3000 € /tahun
  5. Asuransi Kesehatan dan perjalanan
  6. Other (biasanya berupa thesis allowance, namun tergantung dari programnya)

2. Monbukagakusho Scholarship/ MEXT

Beasiswa fully funded dari pemerintah Jepang ini nggak ada ikatan dinas dan tidak ada aturan yang mewajibkan awardee untuk balik ke negara asalnya. Habis lulus, asik masih bisa nabung pengalaman di negeri Sakura dulu. Serunya lagi, beasiswa ini terbuka untuk semua jurusan, jadi cusss langsung daftar aja! Ada 2 jalur yang bisa kamu pilih, yaitu jalur kedutaan (Embassy Recommendation) dan jalur universitas (University Recommendation). 

Beasiswa ini terbuka untuk jenjang S1, S2  dan S3. Pelamar juga dapat langsung menempuh jenjang S2 atau S3 tanpa jalur research students terlebih dahulu, jika telah mendapatkan ijin dari profesor pembimbing di universitas yang ada di Jepang. 

Cakupan beasiswa:

  1. Tanggungan penuh biaya kuliah.
  2. Tunjangan hidup senilai ¥143.000/bulan (research students), ¥144.000/bulan (mahasiswa S2), ¥145.000/bulan (mahasiswa S3).
  3. Tiket pesawat PP Indonesia – Jepang.
  4. Bebas biaya pengurusan visa pelajar.
  5. Asrama (disediakan oleh beberapa universitas). Bagi universitas yang tidak menyediakan asrama, pihak universitas dapat membantu mencarikan tempat tinggal jika dibutuhkan. Biaya dibayarkan dari tunjangan hidup yang diberikan.
  6. Tanpa ikatan dinas.

3. Eiffel Excellence Scholarship 

Program Beasiswa Eiffel adalah sebuah media yang dikembangkan oleh Kementerian Luar Negeri Prancis untuk memungkinkan lembaga pendidikan tinggi Prancis menarik mahasiswa asing terbaik ke program S2 dan S3. Program ini membantu untuk melatih para perintis masa depan, dari sektor swasta dan publik, dalam bidang studi prioritas dan untuk menstimulasi calon mahasiswa dari negara – negara berkembang berusia maksimal 30 tahun untuk jenjang S2 dan berusia hingga 35 tahun untuk jenjang S3 bagi calon mahasiswa dari negara – negara berkembang dan negara industri.

Terbuka untuk para pelamar dari bidang studi ilmu hukum, ekonomi dan manajemen, teknik dan sains, serta politik. Perlu diingat, beasiswa ini tidak diajukan sendiri oleh pelamar. Namun, oleh perguruan tinggi di Prancis tempat kita mendaftar.

Cakupan beasiswa:

  1. Tunjangan bulanan sejumlah 1.181 Euro untuk penerima beasiswa Master dan 1.400 Euro untuk penerima beasiswa PhD
  2. Tiket pesawat PP Indonesia – Prancis
  3. 2 tiket kereta api dari/ke lokasi kampus pada awal dan akhir beasiswa
  4. Penggantian biaya transportasi lokal
  5. Asuransi kesehatan
  6. Kegiatan kebudayaan
  7. Bantuan tempat tinggal

4. Global Korea Scholarship

Program dengan singkatan GKS ini terbuka untuk jenjang S2 dengan masa pendidikan 3 tahun dan S3 dengan masa studi 4 tahun untuk jenjang doktor (S3). Selama setahun kamu akan kursus bahasa terlebih dahulu. Beasiswa ini bekerja sama dengan 67 universitas pilihan. Pun, beasiswa juga sudah dapat digunakan ketika kursus bahasa Korea di sana.

Beasiswa fully funded ini didanai oleh Pemerintah Korea. Sama seperti MEXT, GKS juga punya 2 jalur pendaftaran yaitu kedutaan (Embassy Track) dan universitas (University Track). Kamu sebagai WNI bisa daftar beasiswa ini dan kalau kamu nggak ingin langsung pulang ke Indonesia, tidak ada syarat untuk balik ke Indonesia setelah lulus. Oh ya, GKS diwajibkan menjalani kursus bahasa Korea selama 1 tahun (kecuali punya skor TOPIK > level 5).

Cakupan beasiswa:

  1. Tiket pesawat PP Indonesia – Korea pada awal dan akhir masa penerimaan beasiswa.
  2. Tunjangan awal saat pertama kali tiba di Korea sejumlah 200,000 KRW (± Rp 2,5 juta).
  3. Tunjangan untuk Program Master dan Doktoral senilai 1,000,000 KRW (± Rp 12,6 juta) setiap bulan. Sedangkan untuk Program Riset diberikan tunjangan senilai 1,500,000 KRW (± Rp 18,9 juta) setiap bulan.
  4. Tunjangan penelitian sejumlah 210,000 s/d 240,000 KRW per semester.
  5. Biaya belajar bahasa Korea selama 1 tahun sebelum perkuliahan (tidak tersedia bagi pelamar Program Riset). Pihak NIIED menanggung sejumlah 800,000 KRW dan sisanya ditanggung oleh pihak universitas.
  6. Tanggungan penuh biaya perkuliahan.
  7. Penggantian biaya pencetakan tesis dan disertasi senilai 500,000 s/d 800,000 KRW.

Baca juga: Wajib Tahu! Berikut 7 Beasiswa Luar Negeri Tanpa Syarat TOEFL

Layanan Mediamaz Scholar

Dengan 4 beasiswa luar negeri di atas bukan berarti kita tidak cinta Indonesia, karena sekarang ini banyak Diaspora Indonesia yang sukses di perantauan dan membuat nama harum bangsa. Ayo daftarkan diri kamu, dan perbanyak pengalaman di luar negeri untuk membangun bangsa. Perihal pendaftaran beasiswa tersebut, kalau kamu masih bingung perihal persiapan dokumen seperti CV beasiswa, Motivation Letter, Tenang! Kamu bisa konsultasi secara gratis dengan tim expert study abroad  dari tim Mediamaz Scholar. Lebih lanjut, kamu bisa langsung menghubungi kami di sini.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top