Wisata-di-Turki

Eksklusif! Rasakan Langsung 5 Tempat Wisata Bersejarah di Turki

Bagi Sobat Meddy yang mengisi waktu liburan dengan berkunjung ke berbagai tempat wisata di Turki memang menjadi aktivitas yang menyenangkan. Selain dapat menikmati kualitas waktu bersama keluarga atau teman-teman, aktivitas liburan juga bisa membantu merelaksasi tubuh dari rutinitas keseharian yang padat. Dengan begitu, tubuh serta pikiran bisa kembali bugar dan siap kembali pada aktivitas sehari-hari. Dalam hal ini, kamu bisa mengunjungi berbagai tempat wisata unik dan menarik yang ada di Indonesia. Mau tau berbagai tempat wisata Turki? Yuk simak artikel berikut.

Rekomendasi Tempat Wisata Turki yang Bersejarah

Berikut ini rekomendasi beberapa tempat wisata Turki yang memiliki sejarah.

1. Bosphorus Bridge

Jembatan Bosphorus membentang melintasi Selat Bosphorus antara distrik Ortakoy di sisi Eropa, dan Beylerbeyi di sisi Asia Istanbul, menawarkan kesempatan bagi kamu para pengunjung untuk menyeberang di antara dua benua yang membentuk kota yang unik dan luas ini. Jembatan yang terkenal ini memiliki lebar sekitar 1,5 kilometer dan tinggi 165 meter dengan jarak bawah 64 meter yang memungkinkan kapal yang lebih besar untuk lewat di bawahnya.

Sejarah Bosphorus Bridge

Pembangunan Jembatan Bosphorus dimulai pada tahun 1970, di bawah komando Perdana Menteri Adnan Menderes. Jembatan tersebut dinyatakan dibuka pada tanggal 29 Oktober 1973, tepat 50 tahun setelah Turki menjadi Republik yang merdeka. Struktur yang mengesankan ini menelan biaya sekitar $200 juta untuk membangunnya. Jembatan ini memiliki 8 jalur, 3 di setiap arah, ditambah jalur darurat dan trotoar, meskipun pejalan kaki tidak lagi diizinkan berjalan melintasi jembatan. Diperkirakan lebih dari 180.000 kendaraan melewati jembatan setiap hari. Pada tanggal 15 Juli 2016, Jembatan Bosphorus secara resmi berganti nama menjadi Jembatan Martir, meskipun masih sering disebut sebagai Jembatan Pertama. 

2. Tempat Wisata Turki di Blue Mosque

Blue Mosque atau Masjid Biru (Disebut Sultanahmet Camii dalam bahasa Turki) adalah sebuah masjid bersejarah di Istanbul. Masjid ini dikenal sebagai Masjid Biru karena ubin biru yang mengelilingi dinding desain interior. Masjid ini dibangun antara tahun 1609 dan 1616, pada masa pemerintahan Ahmed I. seperti banyak masjid lainnya, masjid ini juga terdiri dari makam pendiri, sebuah madrasah dan hospice. Selain masih digunakan sebagai masjid, Masjid Sultan Ahmed juga menjadi objek wisata populer di Istanbul. Selain sebagai objek wisata, masjid ini juga merupakan masjid yang aktif, sehingga ditutup untuk non-jamaah selama sekitar setengah jam selama sholat lima waktu.

Sejarah Tempat Wisata Turki Blue Mosque

Masjid ini dibangun antara tahun 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I. Masjid ini terletak di kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, Ibukota Kekaisaran Byzantine/Byzantium, yang berada di dekat situs kuno Hippodrome, serta berdekatan juga dengan apa yang dulunya bernama Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci (Hagia Sophia) yang diubah fungsinya menjadi museum dan sekarang kembali difungsikan sebagai masjid. Jaraknya cukup dekat dengan Istana Topkapı, tempat kediaman para Sultan Utsmaniyah sampai tahun 1853 dan tidak jauh dari pantai Bosporus. Dilihat dari laut, kubah dan menaranya mendominasi cakrawala kota Istanbul.

3. Emirgan Tulip Gardens

Beberapa orang mengenal bunga tulip berasal dari Belanda. Ternyata bunga tersebut berasal dari Turki yang dahulu dibudidayakan pada masa kekaisaran Ottoman dan kemudian baru masuk ke Belanda. Kata tulip sendiri berasal dari bahasa Turki yaitu Turban. Disebut demikian karena bentuknya menyerupai turban atau penutup kepala khas Turki yang biasa digunakan oleh kaum pria di sana. Pada abad ke-18, “Era Tulip”, membawa era perdamaian dan kesenangan di Turki. Tulip menjadi simbol penting dalam seni dan cerita rakyat. Kebahagiaan dicari di kebun tulip di siang hari sementara pertemuan puisi dan musik berlangsung di malam hari. Kemungkinan besar selama era ini bahwa Turki memulai Festival Tulip pertama, yang diadakan pada malam hari saat bulan purnama. Ratusan vas dipenuhi bunga-bunga tulip yang menakjubkan dan lampion kristal yang digunakan untuk melontarkan cahaya memikat ke taman.

Sejarah Tempat Wisata Turki Emirgan Tulip Gardens

Bunga Tulip memang populer di negeri Kincir Angin, Belanda, bahkan menjadi salah satu ikon penting di negara tersebut. Akan tetapi, bunga Tulip sebenarnya bukan dari Belanda melainkan dari Turki. Sejak dahulu, bunga tulip merupakan bunga nasional Turki. Motif-motif bunga tulip sudah sejak lama banyak dipakai dalam seni ornamen Turki dan Persia. 

Kata ‘Tulip’ sendiri berasal dari kata dalam bahasa Turki, ‘Turban’. Dinamakan Turban karena bentuk bunga ini menyerupai turban (penutup kepala) yang kerap digunakan para pria Turki. Di Turki, bunga tulip dikenal dengan nama “Lale”, bahasa Persia untuk bunga lili, dan sangat dihormati pada masa Bizantium dan Ottoman hingga bisa ditemukan dalam puisi dan benda seni ribuan tahun lalu. Masa kejayaan tulip di Turki mencapai puncaknya kala Turki dipimpin Sultan Ahmed III yang berkuasa pada 1703-1730. Masa-masa tersebut di Turki dikenal sebagai “Lale Devri” alias “Era Tulip”. 

4. Cappadocia

Cappadocia merupakan salah satu tempat wisata yang berada di Turki. Tempat wisata ini tepatnya berada di daerah kuno di Anatolia Timur di Turki yang terletak di utara gunung Taurus. Terkenal dari tempat wisata ini yakni pemandangan bebatuan dari gunung berapi dan puluhan balon udara. Wisata balon udara yang ada di Cappadocia pun menjadi daya tarik yang terkenal sampai ke seluruh dunia. Namun tak hanya itu, wisata di Cappadocia juga mencakup hamparan batuan vulkanik lunak, gereja-gereja batu yang memiliki bangunan dengan arsitektur menarik, hingga terowongan bawah tanah kompleks dari era Bizantium dan Islam. 

Sejarah Cappadocia

Pada abad kuno dan abad pertengahan, Cappadocia memiliki sejarah linguistik yang kaya karena fakta bahwa wilayah tersebut terletak di perempatan beberapa arus migrasi penting baik dari masyarakat Indo-Eropa maupun non-Indo-Eropa. Cappadocia dicirikan oleh asimilasi bertahap Indo-Eropa (Armenia, Yunani) dengan non-Indo, Eropa penuturan (Turki). Sebagai hasil dari reformasi administrasi, wilayah itu dibagi antara provinsi administratif Nevsehir, Kayseri, Aksaray dan Nigde. Pada tahun 1923, pertukaran penduduk Yunani-Turki terjadi, ketika penduduk berbahasa Yunani, yang telah tinggal di sana selama berabad-abad, meninggalkan tanah ini, dan hanya orang Turki yang tersisa. Selain itu, wilayah itu terkena dampak pemusnahan orang Armenia. 

5. Tempat Wisata Turki di Konya

Konya adalah kota yang identik dengan tokoh sufi besar – Mevlana. Merupakan kota yang dihuni pertama kali dalam sejarah umat manusia, dan masih memiliki jejak sejarah dari peradaban kuno yang memberikannya atmosfer sebagai kota museum. Karena lokasinya di tengah-tengah padang tandus Anatolia, kota ini menjadi salah satu pusat perdagangan penting di Jalur Sutera.  Kental akan tradisi, kota ini adalah tempat paling konservatif dan religius di Turki dan terkenal sebagai rumah dari Jalaludin Rumi, sufi mistis yang menemukan Whirling Dervish (Tarian Darwis). 

Sejarah Konya

Sejarah Kuno Konya, pada saat itu Ekskavasinya menunjukkan bahwa daerah ini sudah dihuni sejak Zaman Perunggu Muda, sekitar 3000 SM. Kota ini berada di bawah pengaruh Hitit sekitar tahun 1500 SM. Kemudian diambil alih oleh “orang-orang Laut” sekitar tahun 1200 SM. Kemudian menjadi bagian dari Kekaisaran Akhemeniyah (Persia), sampai Darius III dikalahkan oleh Aleksander Agung pada tahun 333 SM.

Setelah kerajaan Aleksander Agung terpecah sesaat sesudah kematiannya (tahun 330-an SM), kota ini berada di bawah kekuasaan Seleukos I Nikator. Selama periode Helenistik, kota ini diperintah oleh raja-raja Pergamon. Attalus III, raja terakhir Pergamon, menjelang kematiannya tanpa ahli waris, menyerahkan kerajaannya kepada Republik Romawi. Selama Kekaisaran Romawi, di bawah kekuasaan kaisar Claudius, kota ini diganti namanya menjadi “Claudio Conium”, dan selama pemerintahan kaisar Hadrianus menjadi “Colonia Aelia Hadriana”. Rasul Paulus dan Barnabas mengabarkan Injil di Ikonium pada perjalanan misi mereka yang pertama sekitar tahun 47-48 M. Paulus sempat mengalami penganiayaan di kota ini. 

Baca juga: Beasiswa Kedokteran Turki 2023, Sudah ada Persiapan untuk Mendaftar?

Mediamaz Scholar

Bagaimana, Meddy Bisa Bantu Kamu?

Apabila Sobat Meddy membutuhkan bantuan, Meddy selalu tersedia untuk membantu memastikan semua dokumen disiapkan dengan sempurna dengan bantuan penerjemah tersumpah kami dan akan memberikan layanan konsultasi beasiswa bagi mereka yang masih bingung. Tentu saja, layanan ini ada di Mediamaz Scholar. Sobat Meddy juga dapat menggunakan layanan lain, seperti mengikuti kursus bahasa untuk mendukung partisipasinya dalam kegiatan beasiswa di luar negeri. Untuk informasi lebih lanjut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top