Inspirasi vivian

Ada Rahasia Terbang Gratis Ke USA, Ini Kisah Vivian Meraih IISMA 2021

Vivian Triexie Soeyanthe, akrab disapa ‘vivian’ yang merupakan seorang mahasiswi yang berasal dari provinsi Maluku. Ia berkuliah di Perguruan Tinggi Swasta ternama Indonesia yaitu Universitas Esa Unggul. Lebih lanjut, Vivian juga sharing kisah inspirasi nya sebagai penerima Beasiswa Indonesia Timur. Dan juga sebagai IISMA 2021 Awardee. Bagaimana kisah lengkap Vivian meraih program  IISMA 2021? Simak sengkapnya.

Kisah Inspirasi Vivian dan Awal Perjalanan meraih IISMA 2021

Sobat Meddy, Vivian Triexie Soeyanthe tumbuh dan besar selama 17 tahun di Ambon, setelah lulus SMA ia merantau ke Jakarta untuk berkuliah di salah satu PTS yaitu Universitas Esa Unggul sebagai salah satu penerima Beasiswa Indonesia Timur dengan jurusan Manajemen. Selama kurang lebih 2 semester, Vivian terdaftar sebagai mahasiswa di basis reguler. Namun Vivian mendapatkan kesempatan untuk pindah ke basis internasional Universitas Esa Unggul.

Akhirnya dengan dukungan dan keinginan orang tua ia pindah ke basis Internasional. Selain berkuliah, Vivian aktif dalam beberapa kegiatan organisasi atau kepanitiaan, baik kegiatan internal maupun external kampus. Baginya ini semua dilakukan untuk membangun relasi dan mengembangkan kemampuan-kemampuan yang diyakini akan dibutuhkan dalam dunia kerja nanti. Seperti: event management, berkomunikasi, problem solving dan lain sebagainya. Hal ini lah yang mendorong motivasi diri nya untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk menuntut ilmu.

Berawal Dari Impian, Alasan Berani Vivian Ke USA

Sejak kecil, Vivian ini memang sudah mempunyai impian untuk dapat berkuliah di luar negeri. Dan negara yang menjadi inspirasi nya untuk berkuliah di luar negeri adalah Amerika Serikat. Menurutnya salah satu hal yang mempengaruhi mengapa ia memilih Amerika Serikat sebagai negara impian adalah exposure akan budaya dan gaya hidup disana melalui industri hiburan mereka.

Contohnya  seperti Disney, Nickelodeon, Cartoon Network.  Kerapkali Vivian Membayangkan dirinya, anak dari Timur Indonesia jauh-jauh dapat berkuliah di luar negeri merupakan suatu hal yang membanggakan bukan saja untuk dirinya tapi juga bagi keluarga besar vivian.

Beberapa Alasan Vivian Ingin Berkuliah Di Amerika, Inspirasi Anak Muda

  1. Proses Belajar Mengajar, dimana Vivian ingin merasakan perbedaan sistem studi di US dan membandingkannya dengan negara sendiri. Ia mencoba untuk bersosialisasi dan turut serta dalam kegiatan atau acara disana.
  2. Gaya Hidup, dari sini Ia mengetahui dan membuktikan kesenangan tinggal di luar negeri apakah sama sesuai dengan potret di acara tv dulu yang aku nonton sewaktu ia kecil. Dan bagaimana tantangan tinggal di negeri orang bagi seorang foreigner.
  3. Eksplorasi Diri,

‘Ini memberikanku kesempatan baru untuk lebih lagi mengeksplorasi diriku dan keluar dari zona nyamanku, melatih skill beradaptasi dengan mendorong aku untuk mengambil keputusan yang aku biasanya tidak ambil’.

Proses Panjang Meraih IISMA 2021, Impian Yang Akan Menjadi Nyata

IISMA-2021

Seiring berjalannya waktu, ingatanku akan impian masa kecilku perlahan redup, karena aku lebih mengarahkan fokus untuk kuliah dan kesempatan lainnya yang ditawarkan kepadaku tukasnya. Ia hanya dapat melihat konten-konten anak negara yang berkuliah di negara orang sambil mengharapkan suatu saat kesempatan itu datang juga kepada Vivian. Ia ingin mengikuti beasiswa luar negeri yang berpeluang cukup besar. 

Selanjutnya, Kemdikbud pun hadir dengan rangkaian program MBKM mereka dan sosialisasi pertama yang ia ikuti adalah sosialisasi Kampus Mengajar. Dimana ia mendapatkan informasi lebih mengenai program MBKM lainnya. Dari sosialisasi Kampus Mengajar tersebut Vivian pun tau bahwa akan ada program mobilitas mahasiswa ke luar negeri dan tentu Ia nantikan waktu dimana program tersebut akan diadakan.

Program tersebut pun diterbitkan dengan nama Indonesian International Student Mobility Awards  atau yang sering kita sebut IISMA 2021. Vivian diberikan kesempatan untuk berjuang dalam memperoleh beasiswa ini sebelum Ia lulus kuliah S1. Fokus pertamanya bukan mengenai lolos atau tidak melainkan Ia lebih memikirkan langkah pertama yang harus dilakukan dalam melengkapi dokumen-dokumen yang diminta.

Tahapan  Yang Vivian Jalani Sampai Lolos IISMA 2021

Terdapat 2 tahapan dalam memperoleh beasiswa IISMA ini:

1. Administrasi

Dalam tahapan ini ada dokumen-dokumen yang harus dilengkapi, tentu harus ada pihak yang didatangi. Komunikasi dan koordinasi yang harus dilakukan agar dapat memenuhi setiap syarat yang diminta. Menurutnya, terjadi juga seleksi alam dimana banyak anak yang mengundurkan diri karena merasa terlalu banyak hal yang harus dilakukan dan akan ada tantangan dalam memenuhi setiap syarat yang diminta‘. Selama tahapan ini ia juga bersyukur karena dari kampusnya memberikan berbagai pembekalan dari kiat-kiat mengerjakan DET. Duolingo English Test sampai bagaimana menyukseskan wawancara nanti. Vivian sudah familiar dengan Bahasa Inggris sedari kecil. Sehingga dalam percobaan pertamanya melakukan DET, Ia memperoleh skor yang memuaskan.

“Saat dinyatakan lolos ke tahapan selanjutnya tentu aku kaget, namun aku langsung menyadarkan diriku agar tidak berlarut dalam kesenangan karena perjuanganku belum selesai aku harus me motivasi diri ku lagi’.

2. Wawancara

Saat melakukan wawancara, ia lakukan dirumah sahabatnya serta Ia prepare untuk menyediakan script  yang kemungkinan akan dibahas selama wawancara berlangsung. Vivian juga berlatih cara berkomunikasi yang baik agar Ia dapat menyampaikan dengan baik pendapatnya. Tidak lupa berdandan rapi dan memastikan hal-hal teknis lainnya baik-baik saja sebelum wawancara mulai.

“Saat aku masuk di zoom room, hanya terdapat 3 orang dalam room (pewawancara, admin, dan aku). Pewawancara yang aku dapati berkarakter tegas dan aku suka akan hal itu, wawancara berlangsung tidak lebih dari 15 menit untuk sesiku,  tentu ada beberapa pertanyaan yang menurutku dapat aku jawab dengan lebih baik namun secara keseluruhan wawancaranya berjalan dengan baik’.

Selama penantian pengumuman awardees yang lolos, Ia menantikan dengan harap cemas sambil berkala mengakses situs MBKM dan grup Telegram. Saat hasilnya keluar, Ia mendapati nama “Vivian Triexie Soeyanthe” dinyatakan lolos dan menjadi salah satu penerima beasiswa IISMA di batch pertama. saat itu “Butuh beberapa detik untuk aku mencerna hasil kelulusan tersebut, aku pun duduk berdoa mengucap syukur untuk kelolosanku mengikuti IISMA dan memberitahukan keluargaku’.

Bukan hanya keluarganya yang senang, tetapi juga teman-teman, para dosen, dan pihak-pihak lainnya turut senang dan mengucapkan selamat untuk Vivian. Perjuangannya membuahkan hasil yang begitu baik, dan bukan hanya dirinya yang bangga namun orang-orang sekitarnya pula bangga akan pencapaian ini.

Kehidupan Vivian Di Amerika Serikat, Inspirasi Sejak Kecil

IISMA-2021, inspirasi anak muda

Struggle pertama Vivian adalah menemukan komunitas untuk bertumbuh dan dapat menjadi tempat amannya. Yang dapat Ia lakukan saat itu adalah berinteraksi dengan komunitas dan para mahasiswa di sana dan menetapkan pikiran untuk mau menjadikan komunitas. Yang mana sebagai my safe space dan dapat terus berulang kali mengunjungi komunitas tersebut tanpa ada rasa canggung.

Komunitas yang Ia dapati sebagai safe space adalah PAACH (Pan-Asian American Cultural House) dan GIC (Greenfield Intercultural Centre) dimana dua komunitas ini berfokus pada bidang kultur dan motivasi diri. Melalui komunitas ini dan lamanya studi yang dijalani di negara sana membuatnya lebih aware dan bangga akan budaya dan asalnya, sebagai wanita yang berasal dari Timur Indonesia yaitu Maluku.

Kegiatan Vivian Selama Di Amerika, Motivasi Diri Paling Besar

Kegiatan Ia selama berkuliah adalah melakukan diskusi kelompok. Menyusuri lingkungan kampus dengan teman-teman IISMA yang lain untuk lebih mengenal host university beserta fasilitas yang disediakan. Dan mencoba berteman dengan para murid di kampus sana baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Selama disana, para awardees mengadakan 2 acara besar dimana mereka berkolaborasi dengan komunitas bernama PAACH (Pan Asian America Cultural House) dan Penncasila (komunitas mahasiswa/i Indonesia yang berkuliah di UPenn).

Pendapat vivian Selama Kegiatannya

Menurutnya “aku senang karena aku dapat menampilkan tari tradisional dari daerahku yaitu Tari Lenso di salah satu acara tersebut”. Secara keseluruhan acara tersebut sukses. Dan kami (awardees IISMA) dapat lebih memperkenalkan budaya Indonesia kepada host universitas kami dan bersosialisasi pula dengan warga Indonesia di sana. Lebih lanjut, selain 2 komunitas yang sudah disebutkan di atas, Ia juga bertemu dengan komunitas para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di sana yaitu Penncasila. Ia juga berkenalan dengan kakak tingkat para penerima beasiswa Fullbright dan beasiswa LPDP yang mengambil Master degree di sana. “Semoga dengan ini, aku bisa sekaligus menyalurkan inspirasi ku untuk pemuda indonesia lainnya“, tambahnya.

Bertemu dengan orang-orang Indonesia lainnya bukan hanya di Philadelphia namun juga di Boston, dan Maryland. Di Boston selain menemui awardees IISMA Boston University. Ia juga berkenalan dengan para kaka-kaka keren dan begitu ramah yang juga berasal dari Timur Indonesia. Baginya,

Aku bersyukur karena melalui program IISMA ini, aku dapat lebih memperluas relasi dan membangun hubungan baik dengan setiap pihak yang kutemui di sana selama masa studiku”.

Menyesuaikan dan memotivasikan diri proses belajar mengajar di sana

Menurutnya proses belajar mengajar di sana lebih interaktif. Sehingga menuntut Ia untuk harus lebih lagi interaktif di dalam kelas. Untuk setiap kelas, beban belajar yang diberikan berbeda-beda. Ada yang mempunyai banyak bahan bacaan setiap minggunya, kegiatan diskusi dan presentasi kelompok, forum pendapat, dan kegiatan individu maupun kelompok lainnya.

Satu hal utama yang Vivian dapati adalah Communication is key, para profesor yang mengajar di sana sangat meng-inspirasi para mahasiswa bahwa komunikasi yang baik harus dijalani. Agar progres mereka selama satu semester dapat berjalan baik. Karena para profesor di sana sangat pengertian dan mereka akan membantu para mahasiswanya untuk menemukan solusi terbaik untuk kendala akademik yang kami sebagai mahasiswa lalui. Dengan terciptanya lingkungan seperti ini membuat Ia kurang terbebani dalam hal belajar karena adanya support system yang baik.

Mengatur waktu untuk kegiatan dalam kelas dan luar kelas,

Pennsylvania University begitu dinamis, hampir setiap harinya pasti ada saja acara atau kegiatan, sehingga agak tricky menyusun skala prioritas dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya. Dengan adanya 2 minggu masa change/drop class di UPenn, dapat dikatakan membantuku untuk menetapkan pikiranku untuk kelas yang mau aku ikuti selama satu semester dan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di hari dimana Vivian tidak ada kelas. Seiring berjalannya waktu Ia semakin mampu beradaptasi, membuatnya dapat melalui semuanya dengan baik dan puas akan proses Vivian bertumbuh, belajar, dan bermain di UPenn.

IISMA-2021, inspirasi anak muda

Akhir perjalanan IISMA 2021, Berawal Dari Inspirasi Menuju Kesuksesan

Setiap kita tentu diberikan kesempatan dalam melakukan atau mewujudkan mimpi kita masing-masing, semua tentu bergantung kepada kita dalam memanfaatkan dengan sebaik mungkin kesempatan yang diberikan tersebut. Vivian pun, selain berjuang untuk mendapatkan beasiswa IISMA ini, Ia mengirim perjuangannya juga dengan doa.

‘Berjuanglah untuk setiap hal yang baik, untuk dirimu, untuk keluargamu, untuk siapapun itu yang kamu anggap penting.’

Di saat Ia berjuang untuk IISMA, Ia beberapa kali terpikir dan berkata dalam hatinya

“Gila, bayangkan Vivian, perempuan muda dari Ambon, bagian Timur dari Indonesia, jauh-jauh ke Amerika untuk mewujudkan mimpi dia”

Dan sampai pada akhirnya terwujud, tentu tidak dapat Ia deskripsikan perasaan bahagianya saat itu. Kalau kita gagal dalam meraih target kita, yakinlah bahwa akan ada kesempatan yang lebih baik untuk kita jemput, tidak sedikit dikatakan bahwa Ia sering gagal dalam memanfaatkan kesempatan yang diberikan kepadaku tapi Vivian ingin terus berjuang dan berkembang. Jadi, ayo berjuang bersama untuk diri dan hidup yang lebih baik! 

Motivasi diri IISMA

“Aku berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kesempatan yang diberikan untuk aku dapat lolos mengikuti program beasiswa ini dan aku juga sangat bersyukur untuk orang-orang yang ada di sekitarku dalam perjuanganku memperoleh beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards 2021. Berterima kasih untuk setiap dukungan doa, waktu, dan tenaga dari keluarga, teman-teman terkasih, wakil dekan fakultas ekonomi dan bisnis universitas esa unggul, direktur kampus internasional gading serpong universitas esa unggul, ketua jurusan manajemen universitas esa unggul, kantor urusan internasional universitas esa unggul, dan pihak-pihak lainnya yang tidak sempat aku sertakan dalam paragraf ini.

Aku senang dapat bertemu dengan setiap orang yang menjadi teman baruku selama aku belajar di University of Pennsylvania, setiap profesor, komunitas, dan setiap pihak lainnya yang membantuku terus bertumbuh dan belajar, dan aku berterima kasih akan hal itu. Vivian juga sangat berterima kasih untuk pihak Kemdikbud RI dan LPDP atas upaya mereka mencerdaskan anak bangsa melalui rangkaian program MBKM. Semoga aku dapat terus berkontribusi secara positif di lingkungan sekitarku dan dapat menjadi seseorang yang dapat memberikan inspirasi seterusnya. Mohon doa baiknya teman-teman!”

Apa Yang Meddy Bisa Bantu?

Bagi Sobat Meddy yang tertarik untuk bisa lebih mengembangkan kemampuan diri, motivasi diri sendiri untuk berkembang. Penguasaan bahasa atau konsultasi khusus tentang pendidikan lanjutan yang bisa menunjang keberhasilan Sobat Meddy, tentu Meddy senantiasa bisa membantu kamu di layanan Mediamaz Scholar. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi website resmi Mediamaz Scholar ya. Terima kasih!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top