Budaya Jepang yang Harus Diketahui Mahasiswa Internasional

Budaya Jepang yang Harus Diketahui Mahasiswa Internasional

Jepang memiliki budaya yang menarik dan beragam. Itu adalah bagian dari apa yang membuatnya menjadi negara yang sangat menarik untuk dikunjungi atau bahkan menjadi tujuan untuk melanjutkan pendidikan. Dunia anime bukanlah satu-satunya industri yang maju di Jepang. Negara ini juga dikenal sebagai negara dengan sistem pendidikan yang terbaik di dunia. Setiap tahunnya, banyak pelajar dari seluruh dunia yang memutuskan untuk  melanjutkan pendidikan mereka di sana. Sebelum kamu melanjutkan pendidikan di Jepang, baiknya kamu tahu dulu budaya di sana. Artikel ini akan membantu kamu memahami budaya keseharian di Jepang yang harus kamu ketahui!

Budaya Jepang

Pembentukan budaya jepang sendiri sangat dipengaruhi oleh tradisi Cino kuno. Tradisi ini sangat kental apalagi saat zaman Edo jepang. Zaman edo adalah zaman dimana Keshogunan Tokugawa berkuasa di Jepang. Selama masa kekaisaran Jepang, masyarakat Jepang menerapkan kebijakan isolasi yang ketat, seperti menutup pintunya untuk menjalin koneksi dengan dunia luar. Ini membuat budaya Jepang berbeda dengan budaya Internasional yang lain. Tidak ada campur tangan negara mana pun untuk membentuk budaya nya. Bahkan Jepang memperkenalkan kebudayaannya saat negara Jepang menduduki Indonesia, lho!

Setelah jatuhnya era itu pada tahun 1868, Jepang membalikkan praktik ini, mengadopsi praktik budaya dari seluruh dunia dan mencampurkannya dengan apa yang didirikan selama era Edo. Selama bertahun-tahun, budaya Barat telah mempengaruhi semua aspek budaya Jepang termasuk seni, gaya hidup, dan makanan

Bahasa

Merupakan bahasa nasional negara Jepang adalah bahasa Jepang yang biasa disebut Yamato. Bahasa Jepang memiliki banyak kata yang teradopsi dari bahasa Mandarin dan Korea. Bahasa jepang yang digunakan saat ini sudah berbentuk utuh bahkan mengadopsi kosakata bahasa Inggris seperti bahasa Jepang-nya jeruk yaitu Orenji. Oleh karena itu Bahasa jepang juga merupakan salah satu bahasa yang sudah banyak dituturkan di beberapa negara lain.

Tak heran apabila bahasa Jepang merupakan bahasa utama yang digunakan di seluruh negeri setelah bahasa Mandarin. Untuk bahasa Jepang kuno atau “Kanbun”, diadopsi dari Cina dan teks Jepang yang paling awal, “Kojiki,” ditulis pada awal abad ke-8 dan ditulis terutama dalam karakter Cina kuno. 

Huruf-Huruf dalam Budaya Jepang

Negara yang biasa disebut negara Sakura ini telah berkembang pesat selama periode Edo, antara 1603 dan 1868. Jepang modern terdiri dari tiga huruf: Kanji (karakter Cina logografis), Hiragana (alfabet Jepang fonetik), & Katakana (alfabet fonetik yang digunakan untuk kata-kata asing). Perkembangan dan penggunaan luas Katakana adalah ilustrasi adopsi budaya, ide, dan kata-kata Barat negeri Sakura baru-baru ini.

Hiragana

Huruf hiragana jepang merupakan suatu cara penulisan bahasa Jepang dan dikenali sebagai ‘tulisan wanita’. Jadi, huruf hiragana adalah bentuk penyederhanaan kanji. Nah, huruf ini bisa kalian pelajari terlebih dahulu sebelum belajar lebih jauh mengenai huruf serta tulisan-tulisan dalam bahasa Jepang karena dianggap jauh lebih mudah. Contoh penggunaan huruf hiragana adalah:

  • おさ か (o-sa-ka)
  • すねお (su-ne-o)

Katakana

Merupakan sebuah bentuk penulisan yang digunakan untuk menulis kata serapan bahasa asing. Huruf ini bisa kalian pelajari setelah kalian sudah dapat menghafal huruf-huruf hiragana agar lebih mudah memahaminya. Katakana juga biasa dipakai untuk menulis nama orang yang memiliki unsur yang asing dalam bahasa jepang. Contoh penggunaan huruf Katakana dalam bahasa jepang adalah:

  • アイスクリーム (A-i-su-ku-ri-mu), berasal dari kata serapan bahasa Inggris, ice cream. 
  • サマンタ (sa-ma-n-ta), untuk menulis nama orang asing, Samantha.

Kanji

Merupakan aksara jepang yang sudah ada dari sebelum jaman Edo, tepatnya di awal abad ke 3 Masehi. Kanji adalah ideogram yang dipakai untuk menggambarkan makna dari setiap ujaran. Huruf ini diadopsi dari aksara Tionghoa dan uniknya lagi, satu aksara kanji bisa memiliki cara membaca yang berbeda-beda. Itulah alasan mengapa materi kanji merupakan salah satu materi yang dianggap sulit oleh mahasiswa di jurusan sastra Jepang. Bahkan, orang Jepang sendiri pun juga mendapatkan materi untuk belajar kanji saat mereka duduk di bangku sekolah dasar.

Budaya Jepang: Masakan

Di seluruh negeri, penduduk Jepang rata-rata memakan ikan. Jepang merupakan importir ikan nomor satu di dunia, masyarakat di sana mengkonsumsi sekitar 12% dari ikan yang ditangkap di dunia. Hidangan Jepang yang paling terkenal adalah sushi, makanan khas Jepang yang mencakup ikan segar, rumput laut, dan nasi ringan. Orang Jepang juga makan daging sapi, unggas, dan babi sebagai bagian dari diet harian mereka.

Makanan di Jepang pun unik-unik dari mulai sarapan dengan natto dan sup miso, hingga hidangan pencuci mulut yang terkenal seperti takoyaki, okonomiyaki, dorayaki, taiyaki, dan masih banyak lagi. Kata ‘Yaki’ dari menu jepang artinya digoreng atau dipanggang. Makanan pencuci mulut ini juga biasanya turut dihadirkan pada upacara minum teh di Jepang atau istilah lainnya adalah Sadou. 

Olahraga

Olahraga sudah menjadi gaya hidup remaja di Jepang. Baik olahraga tradisional Jepang seperti sumo, judo dan karate, maupun olahraga internasional seperti baseball, sepak bola, dan rugby. Sumo adalah olahraga nasional Jepang dan hingga hari ini sumo hanya dipraktikkan di Jepang. Olahraga ini dibentuk selama era Edo dan sedikit yang telah berubah sejak itu. Baseball adalah olahraga yang paling banyak ditonton, apalagi saat festival musim panas di Jepang sedang berlangsung.

Tak heran jika banyak universitas-universitas di Jepang yang menjadikan baseball sebagai kegiatan extrakulikuler mereka dan biasanya dari kegiatan tersebut melahirkan atlet-atle berprestasi. Orang Jepang menyukai olahraga karena dianggap menyehatkan tubuh dan dapat memberikan umur panjang. Jadi, tidak heran lagi rasanya melihat masyarakat Jepang yang masih terlihat sehat dan bugar walau termakan oleh usia.

Agama di Jepang

Lalu, Agama orang Jepang adalah: Shinto dan Buddhisme. Shintoisme adalah agama yang berkembang di Jepang, sedangkan Buddhisme diimpor pada abad ke-6 dari Tiongkok. Sebuah pendapat baru-baru ini menemukan bahwa 39% orang Jepang mengidentifikasi diri sebagai Buddha, 3,9% sebagai penganut Shintoism Religion dan 2,3% sebagai Kristen.

Karya seni Jepang

Di Jepang juga terkenal akan karya seni yang unik, menarik, serta memiliki unsur sejarah yang kental. Contoh dari karya seni jepang yaitu origami. Origami berasal dari kata ‘ori’ yang artinya lipatan, dan ‘kami’ yang artinya kertas. Seni origami adalah seni melipat kertas untuk membentuk sebuah karakter, binatang seperti burung, serangga, atau bunga. Karya seni origami ini sudah ada dari abad ke-6 dan masih ada hingga sekarang lho! 

Layanan Mediamaz Scholar

Demikian budaya keseharian di Jepang yang harus kamu ketahui sebelum kamu kuliah di sana. Untuk persiapan dokumen pendaftaran kuliah atau keberangkatan, kamu bisa serahkan semua kepada kami Mediamaz Scholar. Kami bisa membantu menerjemahkan dokumen ke bahasa negara yang dituju. Konsultasi bersama kami secara gratis, informasi lebih lanjut hubungi kami di sini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top