kampus terbaik di Jerman

Kampus Terbaik di Jerman, 4 Tokoh Indonesia Sempat Berkuliah di Sana Loh

Jerman adalah salah satu negara maju yang ada di Eropa dengan kualitas sistem pendidikan terbaik di dunia (Purwadi, 2021). Sampai saat ini, negara Jerman masih terus banyak dikunjungi oleh kalangan pelajar dari berbagai mancanegara. Faktor penunjang yang memotivasi para kalangan pelajar tersebut adalah banyaknya kampus terbaik di Jerman. Disamping memang, tidak dapat dipungkiri banyak juga beasiswa-beasiswa yang ditawarkan oleh negara Jerman terhadap pelajar internasional.

Baca juga : Beasiswa S2 dan S3 Jerman 2022 dari Pemerintah (DAAD Program)

Namun yang pasti, semenjak dulu banyak tokoh-tokoh besar dunia yang dilahirkan oleh negara Jerman. Hingga saat ini pun nama-nama mereka masih terdengar hingga ke kuping kita. Sederetan tokoh-tokoh tersebut antara lain Karl Marx, Theodor Adorno, Albertus Magnus, Hannah Arendt, Bruno Bauer, Walter Benjamin, Ernst Bloch, Ernst Cassirer, Nikolaus Cusanus dan masih banyak lagi. Tahukah kamu sobat Meddy, tadi Meddy hanya menyebutkan dari deretan tokoh-tokoh yang ada di bidang Filsuf. Masih banyak lagi loh tokoh-tokoh dunia kelahiran negara Jerman pada bidang-bidang tertentu lainnya.

Dengan modal sistem budaya (the way of life) yang begitu kuat mengakar di negara Jerman, tentunya ini juga akan berdampak kepada kualitas sistem pendidikan dan sistem pembelajaran yang ada di negara Jerman. Baik dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan atas, hingga tingkatan universitas. Pada kesempatan kali ini, Meddy akan membahas salah satu topik menarik yang ada di negara Jerman bagi sobat Meddy semua. Kira-kira apa ya? Benar sekali sobat Meddy, kali ini kita akan membahas tentang 5 kampus terbaik yang ada di negara Jerman. Tapi tahukah kamu Meddy, ternyata ada loh 3 tokoh asal Indonesia yang dulunya sempat berkuliah di kampus tersebut. Siapa saja ya? Simak artikel ini lebih lengkap dibawah yuk !

4 Kampus Terbaik di Jerman Tahun 2022

Pandangan masyarakat Indonesia tentang pelajar-pelajar yang dulunya berkuliah atau saat ini sedang berkuliah di luar negeri, salah satunya pelajar yang berkuliah di negara Jerman. Akan mempunyai tensi baik dan buruk. Sebagian masyarakat akan menganggap itu hal yang baik karena sudah bisa berkuliah di luar negeri. Sebagian masyarakat lainnya beranggapan bahwa tidak perlu kuliah jauh-jauh ke luar negeri. Di Indonesia pun banyak universitas-universitas unggulan, mengapa harus ke luar negeri?

Memang tidak salah sebenarnya pandangan untuk hal tersebut. Tapi, tentunya dengan kita kuliah di luar negeri. Kita bukan hanya mendapat pengalaman belajar dengan sistem pendidikan terbaik dan kampus terbaik. Lebih dari itu, kita akan mendapat banyak pengalaman tentang belajar hidup di negara-negara yang kita singgahi. Jadi, jangan putus asa ya sobat Meddy untuk meraih impian kamu untuk belajar di kampus-kampus terbaik di dunia, mungkin salah satunya di negara Jerman. Nah, sekarang Meddy akan ngasih informasi nih ke sobat Meddy semua tentang 4 kampus terbaik yang ada di Negara Jerman. 4 tokoh Indonesia juga sempat berkuliah di sana loh sobat Meddy. Siapa saja ya?

1. Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen | BJ Habibie

Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen merupakan salah satu kampus terbaik yang ada di negara Jerman. Kampus ini juga menempati posisi peringkat nomor 8 dari kampus-kampus yang tersebar di negara Jerman. Selain itu, universitas ini memiliki fokus pada bidang ilmu teknik. Menurut U.S News, dalam keilmuan teknik. Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen adalah institut 3 besar dari rivalnya yang ada di Jerman, yakni TU Munchen, dan Institut Teknologi Karlsruhe. Universitas ini didirikan sejak abad ke 19.  Banyak prestasi yang sudah terukir, hampir-hampir Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen disebut sebagai universitas paling elite dari sederetan kampus terbaik yang ada di negara Jerman. Saat ini, sebanyak 47.000 mahasiswa terdaftar aktif dan berkuliah di 144 program yang ditawarkan pihak universitas. 

Habibie muda sempat berkuliah di Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen saat tahun 1950 an . Kala itu, Habibie muda mengambil program studi kedirgantaraan atau ilmu penerbangan dan ilmu aerodinamik serta aeronautika. Saat masih berkuliah,  Habibie muda aktif dan giat belajar pada bidang studinya. Hingga akhirnya pada tahun 1960, Habibie muda menyelesaikan bidang studi perkuliahannya dan mengambil program Master of Science di bidang teknik. Tidak puas sampai disitu, Habibie kemudian mengambil gelar doktor di fakultas Technischule Die Fakultät Für Maschinenwesen Aachen. Habibie muda berhasil mendapatkan gelar insinyurnya di usia belia. Saat masih berkuliah, Habibie mengembangkan banyak teori pada ilmu thermodynamic, construction dan aerodynamic.  Hingga sampai saat ini dikenal dengan banyak julukan seperti Mr. Crack, Habibie Theorem, dan Habibie Method. Kontribusinya sampai saat ini masih dipakai loh sobat Meddy. Jadi, bangga ya sebagai warga negara Indonesia.

2. Freie Universität Berlin | Gita Savitri

Freie Universität Berlin merupakan universitas terbaik yang ada di Jerman. Saat ini, Freie Universität Berlin menempati peringkat posisi 10 dari universitas-universitas terbaik di Jerman. Freie Universität Berlin juga menjadi salah satu universitas paling elite dari ke-11 universitas elite yang ada. Fokus kajian di universitas ini adalah politik dan sosial humaniora. Namun, tidak menutup kemungkinan dari pihak universitas  membuka fakultas-fakultas sains. Seperti bidang teknik, matematika, kedokteran,biologi, farmasi, kimia dan bidang lainnya. Saat ini, mahasiswa aktif yang terdaftar di Freie Universität Berlin berkisar 31.500 dari jenjang program sarjana (S1), master (S2) dan doktor (S3). Angka tersebut sudah mencakup semua mahasiswa, baik mahasiswa lokal ataupun mahasiswa internasional.

Dari banyaknya mahasiswa, Gita Savitri adalah salah satu mahasiswa yang punya rekam jejak baik di Freie Universität Berlin. Gita merupakan influencer asal Indonesia yang memiliki karir baik di negara Jerman saat masih berkuliah. Dalam kesehariannya menjalani aktivitas belajar, Gita juga menyempatkan untuk menjadi youtuber (konten kreator), penulis buku, dan influencer di media sosial dengan semangat menginspirasi kaula muda yang ada di Indonesia untuk bisa pergi ke negara Jerman melaksanakan program-program studi. Saat ini, Gita Savitri sudah menetap dan tinggal di Jerman bersama sang kekasih.

3. Technical University of Braunschweig | Hutomo Suryo Wasisto

Technical University of Braunschweig merupakan institut teknik terbesar yang ada di Jerman. Universitas ini sendiri merupakan anggota dari TU9. TU9 merupakan lembaga keanggotaan yang terdiri dari institut-institut teknik yang memiliki pamor dan popularitas tinggi di Jerman. Biasanya, keanggotaan TU9 akan dinobatkan untuk ke universitas top bidang teknik di Jerman. Fokus bidang untuk universitas ini sangat interdisipliner. Tapi, untuk fokus bidang tekni ada banyak ragamnya seperti teknik aeronautika, teknik kendaraan termasuk mengemudi otonom dan mobilitas listrik, manufaktur, dan metrologi. Saat ini, mahasiswa yang terdaftar dan aktif berkuliah berkisar 20.000. Sudah termasuk dari jenjang sarjana (S1), master (S2) dan doktor (S3). Pelajar lokal dan pelajar Internasional.

Hutomo Suryo Wasisto (ilmuwan diaspora) adalah salah satu pelajar internasional berkebangsaan asal Indonesia yang bisa mengharumkan tanah air melalui karya-karyanya. Tulisan-tulisan Hutomo banyak bertebaran di portal-portal jurnal penelitian. Kontribusinya terhadap dunia nanoteknologi membuat Hutomo menjadi asisten professor (S3) di universitas Technical University of Braunschweig, Jerman. Saat ini, beliau masih aktif menulis dan riset tentang bidang keilmuan nanoteknologi.

4. Universität Siegen | Siti Nurbaya Bakar

Universität Siegen merupakan salah satu universitas terkemuka yang bertempat di Siegen, Jerman. Universitas ini merupakan anggota dari Forschungsgemeinschaft. Sebuah perkumpulan universitas terbaik di Jerman pada bidang penelitian. Universitas ini mempunyai fokus pada bidang kajian sains dan sosial humaniora. Tidak ada yang lebih maju diantara kedua bidangnya, tapi Universität Siegen bisa memaksimalkan dari dua bidang keilmuan sekaligus. Sehingga, universitas ini menjadi salah satu universitas terbaik yang ada di Jerman.

Siti Nurbaya Bakar merupakan salah satu alumni dari Universität Siegen. Jenjang pendidikan yang ditempuh Siti Nurbaya Bakar adalah Jenjang S3 saat berkuliah di Jerman. Saat ini, Siti Nurbaya Bakar menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. Setelah berkuliah di Universitas Siegen dan selesai pada tahun 1998. Sesampainya di Indonesia, beliau aktif dalam bidang politik. Catatan panjang sejarah Siti Nurbaya terekam melalui jabatan-jabatan yang pernah ia duduki. Beliau pernah menjadi Kabiro Perencanaan di Departemen Dalam Negeri, Pengajar di Kopertis, Pelaksana Manajemen di STPDN, Sekretaris Jenderal Depdagri, Dewan Komisiaris Pusri dan jabatan-jabatan politik lainnya.

layanan konsultasi beasiswa

Apa Yang Bisa Meddy Bantu?

Meddy akan selalu senantiasa membantu sobat semuanya untuk mempersiapkan kelengkapan dokumen dengan bantuan penerjemah tersumpah dan memberikan layanan konsultasi beasiswa untuk Sobat yang masih bingung. Tentunya layanan ini hadir di Mediamaz Scholar.

Kemudian Sobat Meddy juga bisa menggunakan layanan lainnya seperti mengikuti kursus bahasa, sebagai penunjang untuk mengikuti kegiatan beasiswa di luar negeri. Untuk informasi lebih lengkap silahkan cek website kami.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top