Marina-Kusumawardhani

Mengenal Sosok Marina Kusumawardhani, National Best Seller Dan Alumni Harvard University

Marina Kusumawardhani, perempuan berprestasi asal Bandung, Jawa Barat, ini namanya sudah dikenal di publik sejak menjadi bagian dari Staf Kepresidenan RI tahun 2016 yang lalu. Belum lagi Marina Kusumawardhani ini merupakan Alumni Universitas terkemuka di dunia, TU Vienna dan Harvard university. Nah, bagaimana perjalanan Marina Kusumawardhani? Simak ceritanya di bawah ini.

Marina Kusumawardhani, Perempuan dengan banyak Karya dan Perjalanan 

Marina dan Harvard

Sosok Marina Kusumawardhani merupakan figur perempuan masa kini, muda, cerdas dan berprestasi. Nama lengkapnya, Marina Silvia Kusumawardhani di tahun 2008 terkenal sebagai penulis buku “Keliling Eropa 6 bulan, Hanya 1000 Dolar” dan di tahun 2010 Ia kembali menulis dengan indah dan mantap pada karyanya tersebut, dengan judul  Jingga: Perjalanan Ke India Dan Thailand Mencari Surga Di Bumi. Dari judul buku-buku yang Marina tulis ini saja kita bisa sudah tebak kalau sosok Marina ini adalah perempuan yang punya hobi menikmati perjalanan dan orang yang kaya akan pengalaman. Seperti apa yang Ia tulis dan menjadi kutipan favorit banyak pembacanya untuk mulai bergerak, “Lakukan Perjalanan Yang Akan Mengubah Hidupmu Selamanya!” kalimat itu yang seakan menjadi mantra bagi siapapun yang berhasil menyerap energi dari tulisan Marina kusumawardhani dalam buku Jingga, Perjalanan ke India dan Thailand Mencari Surga di Bumi.

Marina Menempuh Pendidikan Hingga Berkarir Dari Bandung Sampai Ke Luar Negeri 

Dalam hal pendidikan, diketahui bahwa Marina Kusumawardhani ini dari sekolah dasar sampai ke jenjang SLTA Ia bersekolah di Bandung, yaitu SD Banjarsari, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 5 Bandung dan SMU Negeri 3 Bandung. Marina lulus dari Institut Teknologi Bandung tahun 2006 dengan gelar Bachelor of Engineering B.Eng (sarjana teknik) dengan jurusan Teknik Industri. Tahun 2009 ia Lanjut program master atau s2 di Technische Universität Wien, teknik industri, Spesialisasi: energi terbarukan, termodinamika, dan lulus di tahun 2012 dengan predikat cum laude. Ternyata keinginan Marina Kusumawardhani untuk menempuh pendidikan tidak sampai disini saja, ia lanjut berkuliah di Harvard University, Mid Career Masters of Public Administration, dengan Award: Harvard Ash Center Fellowship atau beasiswa penuh dari tahun 2019-2022.

Marina-Kusumawardhani

Persoalan karir dan pengalaman Ia pun tak perlu lagi diragukan, Marina merupakan role model sebagaimana milenial yang peduli akan bangsanya. Dilansir dari laman resmi detik.com, Ia punya niat dan tekad yang tulus untuk mengentas kemiskinan, membantu orang-orang keluar dari lembah tersebut. Bagaimana tidak, ia punya perjalanan yang terdapat peristiwa membekas yang masih Ia ingat terus hingga kini, yaitu tentang malam di stasiun kereta api di kota Kalkuta, India. Mungkin kisaran di tahun 2012 malam itu, Ia melihat  seekor anjing liar yang begitu kehausan terkapar nyaris sekarat di dekat rel kereta yang akan membawanya pergi ke kota kecil dekat punggung pegunungan Himalaya.

Anjing tersebut bergegas diberinya air minum dan ketika menuangkan air ke anjing itu, Marina melihat orang-orang disekitarnya yang menyaksikan hal itu tertegun, bahkan juga ada yang menangis. Menurutnya, bisa dibayangkan kehidupan yang seperti apa  yang mereka lalui. Mungkin juga, sepanjang perjalanan itu dibenak Marina merenungi bagaimana banyak orang juga yang masih hidup berada di garis kemiskinan, padahal zaman sudah berada di tengah kemajuan teknologi. Lebih lanjut, ia juga turun dan menyelami secara langsung dengan orang-orang miskin di berbagai negara di Timur Tengah dan Afrika, membuatnya makin sadar untuk beraksi lebih – bukan sekedar studi di belakang meja.

Berkiprah Dalam Lembaga Internasional dan Marina Kusumawardhani Bertemu Sosok yang Menginspirasinya 

Marina-dan-Yunus

Lebih lanjut, perempuan dengan nama lengkap Marina silvia kusumawardhani ini juga bergabung dalam sejumlah lembaga internasional yang berkiprah atau berkecimpung terhadap persoalan yang sama. Disana ia mempelajari dan mengimplementasikan bagaimana cara alternatif untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan tersebut di negara berkembang. Marina juga bertemu dengan Muhammad Yunus seorang pemenang Nobel perdamaian tahun 2006, yang berasal dari Bangladesh, diketahui juga Muhammad Yunus terkenal dengan konsep Green Bank atau untuk kaum miskin, yang ia gambarkan sebagai konsep kredit mikro atau kunjungan skala kecil untuk orang-orang yang tidak mampu meminjam uang dari bank umum. Sehingga, menurut Marina berbincang sebentar dengan Muhammad Yunus ini sudah membuat yang merasa klik dengan Yunus saat itu.

Fakta hebat lain Marina Kusumawardhani selama di Wina, Marina bersama sejumlah konsultan senior di PBB dan beberapa menteri Austria mendirikan lembaga pelatihan terkait sosial entrepreneurship yang bernama generation social. Kemudian, Peraih Nobel perdamaian 2006 (Muhammad Yunus) tersebut menyarankan agar Marina segera pergi ke Bangladesh untuk melakukan penelitian, untuk merealisasikan niat dan tekad baiknya tersebut. Akhirnya dengan kesempatan yang ada, setelah ia lulus S2, dirinya melakukan riset dan pendalaman di desa-desa tertinggal.

Kembali Ke Indonesia dan Melakukan Aksi Nyata, Entas Kemiskinan!

marina-dan-jokowi

Tahun 2014, merupakan tahun kepulangan Marina ke Indonesia, dirinya sudah menyadari betul bahwa program bisnis sosial yang dijalaninya di luar negeri cocok untuk diterapkan di Indonesia. Sehingga sebagai milenial yang melek akan politik ia juga sempat menjadi Tim Sukses Calon Presiden Jokowi dalam pemilu 2014, karena menurutnya Ia dan Calon Presiden Jokowi kala itu sama-sama punya visi atau keberpihakan pada isu pengentasan kemiskinan dan program social entrepreneur. 

Ketika fase pemilu berakhir, Marina juga bergabung dengan ASEAN Development Bank atau ADB dia diminta menjadi konsultan untuk hal tersebut, karena pengalaman dalam kiprahnya secara langsung dalam bisnis sosial atau social entrepreneur, ia memulai langkahnya dengan menggelar latihan bagi anak-anak muda di dunia bisnis sosial atau menurutnya sama dengan membuat startup mengenai training dan konsultasi bisnis sosial.

Bentuk Karir dan Prestasi Marina Kusumawardhani Lainnya yang Diakui Dunia

Dilansir dari laman resmi ash.harvard.edu dari Marina Kusumawardhani ini terekam dan seperti yang sudah kita ketahui, Ia telah bekerja bersama Presiden Indonesia Joko Widodo dalam dua kampanye Presiden terakhir pada tahun 2014 dan 2019. Lebih khusus, Marina berkiprah selama 3,5 tahun terakhir berada di tim ahli strategi media sosial atau analisis datanya. Bukan cuma itu, Marina ikut mendirikan “Code4Nation”, yang merupakan sebuah asosiasi ICT Indonesia yang pergerakannya termasuk mengorganisir hackathon terbesar di dunia, termasuk di dalamnya ada pelatihan aplikasi/coding di pedesaan Indonesia juga loh. Marina Kusumawardhani juga sebelumnya menjabat sebagai koordinator Gugus Tugas Nasional Inovasi Inklusif di Kementerian Perekonomian. Begitupun seperti apa yang kita lihat di akun instagramnya, @fahrenheit108, Meddy merasakan kalau Marina punya kedekatan dengan Ridwan Kamil, dan ternyata benar saja, Marina juga pernah berkarir sebagai penasihat Walikota Bandung Ridwan Kamil pada infrastruktur kota dan hubungan internasiona, bahkan Marina mendapat rekomendasi masuk Harvard University melalui jalur Rekomendasi Kang Emil tersebut loh. Belum berhenti sampai disitu, seperti di penjelasan sebelumnya, Ia terlibat dalam Organisasi Internasional yang secara eksplisit, Ia juga menjabat sebagai konsultan untuk berbagai organisasi multilateral diantaranya UNIDO dan UNESCO. Dan diakui juga Oleh Ash Harvard Edu, Marina Kusumawardhani memperoleh gelar sarjana dari ITB dan gelar master dari TU Wina di Austria dengan predikat kehormatan 1 Di Bidang Teknik Industri. 

Nah, Demikian informasi tentang sedikit perjalanan pendidikan, karir dan prestasi Marina Kusumawardhani yang bisa Meddy berikan. Setelah Sobat Meddy membaca dan menyelami artikel ini, kamu bisa termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan berkarya seperti Marina di Vienna University of Technology atau Harvard University. Kamu bisa juga melanjutkan pendidikan kamu dengan cara memperjuangkan beasiswa loh. Yuk, persiapkan diri kamu dari sekarang ya. Semoga sukses!

Mediamaz Scholar

Jadi, Apa Yang Bisa Meddy Bantu?

Bagi Sobat Meddy yang tertarik untuk bisa lebih mengembangkan kemampuan diri, penguasaan bahasa atau konsultasi khusus tentang pendidikan lanjutan yang bisa menunjang keberhasilan Sobat Meddy, tentu Meddy senantiasa bisa membantu kamu di layanan Mediamaz Scholar. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi website resmi Mediamaz Scholar yaa. Terima kasih!

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top