Ikhtiar-Anugrah-Beasiswa-negara-malaysia

Positive Vibes! Begini Cerita “Ikhtiar Anugrah” Meraih Beasiswa Malaysia

Ikhtiar Anugrah Hidayat, panggil saja Ikhtiar. Ia berasal dari Pekalongan, Indonesia. Ikhtiar adalah mahasiswa D4/S1  dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Terkemuka Indonesia. Program Studi yang ia tempuh adalah Pengelolaan Arsip dan Rekaman informasi. Berikut perjalanannya meraih beasiswa dari negara Malaysia.

Perjalanan Panjang Menuju Beasiswa Malaysia 

Berbicara mengenai hobby, sejak kecil Ikhtiar gemar diajak travelling oleh kedua orang tua dan ia juga sering mendokumentasikan setiap moment selama perjalanan yang ia lalui. Hal ini menjadi salah satu pertimbangannya ketika akan memutuskan program studi apa yang lebih spesifik di tingkat perguruan tinggi nanti. Ranah keilmuan Sains Informasi dengan Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, Universitas Gadjah Mada akhirnya menjadi tempat dirinya untuk melanjutkan studi di tahun 2016, baginya program tersebut menawarkan beberapa course yang menarik dan ia butuhkan untuk jenjang karir ke depan, salah satunya ialah implementasi manajemen rekod dan hukum pengamanan informasi.

A. Masa Perkuliahan di Negara Malaysia

Selama masa perkuliahan, Ikhtiar adalah mahasiswa yang turut aktif pada berbagai kepanitiaan atau event, social-project, hingga organisasi dan komunitas baik bertaraf nasional maupun internasional seperti menjadi tim riset di Global Empowerment Steps (GPS) dan Australia Indonesia Youth Association (AIYA) sejak 2017 sampai saat ini. 

Untuk meningkatkan kompetensi sekaligus pengembangan diri, ia juga mengikuti beberapa kompetisi, konferensi dan publikasi, hingga menjadi pengisi materi pada berbagai kegiatan seminar dan talkshow sejak tahun 2017. Sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, sejak Januari 2019 sampai saat ini, dirinya mampu bertahan menjadi Teaching and Research Assistant. Melalui kesempatan yang pernah ia  ikuti dan jalani pada Maret 2019. Pada tahun 2020, Ikhtiar berhasil sebagai Mahasiswa berprestasi dan Mahasiswa inspiratif, dan sampai pada puncaknya dirinya menjadi valedictorian sekaligus wisudawan berprestasi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Indonesia.

B. Memulai Pertimbangan Beasiswa Negara Malaysia

Setelah dirinya lulus dari pendidikan di Indonesia, dirinya sempat berpikir tidak akan mungkin mendapatkan kesempatan yang sama untuk berangkat ke Malaysia. Namun, titik baliknya adalah ketika ia yakin bahwa “If you don’t get it, make it and found it”. Menurutnya, “Saya berjuang melalui berbagai cara, salah satunya dengan mencari informasi ke Kantor Urusan Internasional (KUI), akademik, hingga bertanya ke beberapa Dosen. Namun, dari semua cara tersebut tidak ada satupun yang menemukan titik terang”.

Sesampainya di tengah perjalanan, dirinya sempat ingin berhenti, namun ia teringat kembali dengan salah satu kalimat “If the goals doesn’t work, change the method not the goals”, dan akhirnya, ia mencoba untuk menghubungi pihak Arkib Negara Melaka, Malaysia melalui email. Ternyata “From IMPOSSIBLE being I AM POSSIBLE is true” dan sebuah kejutan yang didapatkan selama kurang lebih selang 3 jam kemudian ia mendapatkan email balasan, bahwa dirinya resmi diterima dan mendapatkan fully funded short course program di Arkib Negara Malaka.

C. Melengkapi Dokumen Beasiswa Negara Malaysia

Menurutnya, “Ternyata If your goals don’t scare you, they are not big enough itu nyata terjadi adanya”. Sesampainya di tahap untuk melengkapi dokumen yang diperlukan, ia merasa mendapatkan beberapa tantangan, yakni harus melengkapi semua dokumen dalam jangka waktu 3 hari. Untuk kelengkapan dokumen yang dibutuhkan seperti:

  1. Cover letter
  2. Recommendation letter
  3. Motivation letter
  4. Transcript
  5. Certificate proficiency
  6. Proposal research, dan lain-lain . 

Hingga di tahap penyelesaian dokumen ini, dirinya masih tidak percaya mengingat dari struggling. Menurutnya, “saya perjuangan kemarin finally paid off and I deserve it more. If we have persistence, there will be a way. Even though, the path we take is not easy. Sometimes, we need winding and rocky roads to shape us”. Setelah perjuangan yang sudah ia lalui telah usai, akhirnya pasca dirinya dihubungi pihak yang bersangkutan, ia merasa bahwa dirinya speechless.

Menurutnya, “Mengingat info sebelumnya yang saya dapat dari pihak KUI, Akademik, dan Dosen memang belum ada MoU untuk short course program tersebut. Sehingga kemungkinan untuk diterima merupakan hal dalam kemungkinan kecil, bahkan mendekati tidak ada. Namun, berkat kegigihan dan pantang menyerah untuk mencari dan menemukan kesempatan tersebut, akhirnya berhasil saya dapatkan. Terlebih seleksi yang saya lalui hanya tahap administrasi atau berkas saja”.

Ikhtiar-Anugrah-Beasiswa-2

D. Kehidupan Ikhtiar Anugrah Hidayat di Negara Malaysia

Pertama kali dirinya menginjakkan kaki di Negeri Jiran, Malaysia, dirinya merasa cukup terbantu. Ia mengingat bahwa dari pihak penyelenggara cukup responsif mulai dari akomodasi hingga transportasi yang ditumpangi banyak dibantu. Selain itu, kolega di Arkib Negara Melaka sangat antusias dengan kehadirannya. Mengingat ini pertama kali mereka menerima “short course program dengan partisipan student overseas”.

Selama ia mengikuti program di Arkib Negara Melaka, dirinya mendapatkan banyak pembelajaran dan pengalaman baru. Terlebih dalam ranah atau kajian lebih dalam terkait praktik preservasi dan konservasi. Banyak mengikuti sharing discussion sampai mengikuti program pelatihan di Head Office Kuala Lumpur dari berbagai negara, mulai dari Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Inggris, India hingga Belanda.

Di luar kegiatan short course program, setiap minggunya ia mengisi waktu dengan mengunjungi beberapa situs bersejarah. Salah satunya dengan berkunjung ke kawasan Jonker Street dan menikmati beberapa ambience yang sangat khas dari Negeri Melayu satu ini. Selain itu, ia juga ikut berkontribusi dalam bidang penelitian melalui pengalaman dan ilmu yang telah dirinya dapatkan dengan publikasi jurnal yang berjudul “Strengthening Regional Identity through the Management of The Museum Collection, Archives, and Building Sites of Malacca” bersama beberapa Dosen dari Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, Universitas Gadjah Mada (UGM), Indonesia.

E. Motivasi Dan Struggle

Hal ini dilatarbelakangi ketika dirinya kehilangan salah satu kesempatan student mobility program ke Melaka, Malaysia di bulan November tahun 2019 lalu. Saat itu proses seleksi bersamaan saat ia sedang mengikuti kompetisi di Bandung. Dengan berat hati ia harus melepaskan, meski demikian dirinya masih tetap berusaha untuk mencari info untuk tetap going abroad. Pada saat itu Ikhtiar bertekad untuk tetap berangkat ke Malaysia, karena beberapa alasan.

Pertama, tahun tersebut adalah satu tahun terakhir status dirinya sebagai mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM), Indonesia, dan Kedua, dengan belajar di luar negeri tentu akan membuka wawasan dan perspektif baru, serta yang Ketiga, kesempatan student mobility ini terbatas dan baru beberapa kali dibuka untuk program studi yang ia ambil. Terakhir, akhirnya ia mendapat kesempatan untuk belajar di luar negeri, sehingga dirinya dapat menambah values tersendiri pada dirinya.

Ikhtiar-Anugrah-Beasiswa-3

F. Akhir Dari Perjalanan

Pesan dari seorang mahasiswa yang berprestasi (Ikhtiar) sekaligus pemilik akun instagram @ikhtiar_ah, dirinya berpesan “Untuk siapapun yang membaca dan memiliki keinginan besar untuk going abroad, jalan setiap orang masing-masing. Begitupun dengan kesempatan, namun ketika kita merasa belum memiliki kesempatan tersebut maka perlu mencari bahkan membuat jalannya sendiri. Sejatinya, kita akan menjadi apa tergantung dengan apa yang kita usahakan dan upayakan”. Perjalanan dan cerita hidup orang unik dan berbeda, fase ups and downs itu pasti. 

Baca juga: Mengintip 10 Gaya Hidup Mahasiswa Internasional di Malaysia, dari Makanan hingga Olahraga

Mediamaz Scholar

Layanan Mediamaz Scholar

Untuk teman-teman semua, mulai sekarang bangun dan berdiri untuk mencoba berinisiatif dalam mencari informasi yuk. Karena jika bukan diri kita sendiri siapa lagi. Sekarang ini, semuanya sudah sangat mudah berkat media informasi. Salah satu contohnya adalah Mediamaz Scholar yang menyajikan informasi beasiswa terkini untuk kamu yang bertekad seperti Ikhtiar Anugrah Hidayat dalam meraih studinya di luar negeri, kamu bisa mengembangkan profil kamu menjadi wadah cerita perjalanan beasiswa kamu yang sudah kamu capai, atau bertanya-tanya tentang beasiswa. Jadi, Langsung saja Cek terus informasinya di website ini dan akun Instagram @mediamazscholar. Terima kasih Ya, sampai berjumpa di cerita inspiratif selanjutnya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top