Sistem Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri, Beda dengan Indonesia Loh!

Sistem Pendidikan S2 Luar Negeri, Beda dengan Indonesia Loh!

Memiliki keinginan untuk melanjutkan studi pascasarjana di luar negeri memang bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak hal yang harus kamu ketahui dan persiapkan sebelum memutuskan untuk merantau ke negara asing. Mungkin, beberapa negara memiliki sistem perkuliahan yang berbeda. Namun, kami akan merangkum untuk kamu bagaimana sistem pendidikan pascasarjana luar negeri terutama Eropa pada artikel ini.

Sistem Pendidikan Pascasarjana dan Masa Perkuliahan

Sebetulnya masa perkuliahan di Eropa untuk tingkat Sarjana lebih singkat dibanding di Indonesia yang berkisar 3,5-4 tahun, yakni sekitar 3 tahunan. Nah kalau untuk mengambil gelar magister, lama studi masing-masing negara di Eropa beragam sekitar 1-2 tahun. Enaknya lagi, contoh kuliah di Jerman tidak ada tuh yang namanya sistem absensi. Kamu mau ikut kelas atau tidak, urusanmu. Jadi tidak ada juga menitip absen ke teman. Beda kan dengan di Indonesia. Kebanyakan kampus di Tanah Air menerapkan sistem pendidikan, di mana total kehadiran menjadi salah satu syarat untuk bisa ikut ujian semester. Misalnya 3 kali absen atau tidak ikut kelas, tidak boleh ikut UTS.

1. Gaya Belajar via Online

Di Indonesia saja, kini sudah banyak yang menerapkan sistem belajar mengajar lewat online. Apalagi di Eropa yang sudah jauh lebih maju. Kuliah di Eropa, dosen rutin mengunggah modul online atau materi-materi belajar secara onlineKemudian diunduh atau download oleh mahasiswa. Belajar mengajar pun tak melulu melalui tatap muka. Sesekali via Skype atau aplikasi lain yang memudahkan proses tersebut.

2. Bukan SKS, tapi ECTS

Mahasiswa pasti kenal dong dengan SKS atau Sistem Kredit Semester? Bukan Sistem Kebut Semalam kalau mau ujian loh. Itu kan di Indonesia. Jika di Eropa dikenal dengan ECTS alias European Credit Transfer and Accumulation System. Biasa juga disebut credit point. Satu tahun akademik dihitung 60 kredit ECTS. Jika di Indonesia, untuk gelar Sarjana, kamu harus dapat menyelesaikan 144 SKS, di Eropa antara 180 atau 240 kredit ECTS. Jenjang S1 antara 90 atau 120 kredit ECTS dan untuk S3, bervariasi.

3. Sistem Pendidikan Pascasarjana di Negara Eropa

Tidak semua negara di Eropa menerapkan sistem pendidikan atau perkuliahan yang sama. Sebagai contoh:

A. Jerman

Sistem pendidikan untuk studi S2 di Jerman lebih banyak interaksi dengan dosen atau profesor. Di akhir studi, bukan cuma ada tugas akhir dalam bentuk teori yang akan dihadapi mahasiswa, tapi juga tugas praktik.

B. Norwegia

Belajar mengajar di perguruan tinggi di Norwegia terkadang dilakukan dengan lebih santai, biasanya dalam kelompok kecil. Kalau kamu ingin fleksibilitas dan ragam program studi yang yang bisa dipilih, Norwegia bisa menjadi negara rujukan untuk melanjutkan pendidikan.

C. Inggris

Inggris menawarkan sistem pendidikan yang sangat unggul bagi para mahasiswa atau pelajar. Mahasiswa bebas mengeksplorasi ide dan kreativitas dalam proses belajar mengajar. Belajar dilakukan secara interaktif lewat diskusi, debat, riset berkelompok, dan sebagainya.

D. Prancis

Prancis punya standar tinggi di bidang pendidikan. Jadi, kalau mau kuliah di Kota Mode ini butuh ketekunan dan keseriusan. Di dalam kelas pun, jumlah mahasiswa tidak terlalu banyak sehingga dapat belajar dengan lebih maksimal dan mendapat perhatian intensif dari dosen.

E. Belanda

Belanda menerapkan sistem pendidikan yang mengharuskan mahasiswa punya pemikiran terbuka, sehingga belajar mengajar jadi lebih interaktif. Kerja sama tim lebih ditonjolkan sehingga antar mahasiswa internasional saling berinteraksi satu sama lain.

Semangat Para Pejuang Beasiswa

Mewujudkan cita – cita untuk kuliah di luar negeri, bukanlah sesuatu hal yang mudah. Tentu membutuhkan niat serta ketekunan hingga menghadapi berbagai permasalahan seperti keuangan. Namun, saat ini ada banyak sekali beasiswa yang dapat kalian coba loh. Oleh karena itu, wajib banget sobat Meddy untuk selalu up-to-date mengenai beasiswa apa yang sedang buka pendaftaran dan cari tahu mengenai sistem perkuliahan di masing-masing universitas yang kamu tuju.

Layanan Mediamaz Scholar

Nah, demikian informasi mengenai sistem pendidikan S2 di luar negeri. Apakah sobat Meddy butuh bantuan dalam persiapan study abroad? Kami memiliki layanan konsultasi loh dari persiapan dokumen hingga pemilihan tempat studi, semua akan di lakukan oleh tim expert dari Mediamaz Scholar. Dan, kalau sobat Meddy butuh jasa terjemahan dokumen atau legalisasi, Meddy bisa juga menyediakan layanan jasa terjemahan. Lebih lanjut,  sobat Meddy bisa hubungi tim marketing kami di sini.

Selain informasi di atas, Meddy juga menyediakan berbagai artikel menarik lainnya seputar informasi kampus dan negara. Nah, jika sobat Meddy mengalami kesulitan jangan ragu untuk menghubungi Meddy. Meddy selalu siap untuk membantu kamu dalam memastikan semua dokumen disiapkan dengan sempurna dengan bantuan penerjemah tersumpah kami. Meddy juga bisa memberikan konsultasi beasiswa bagi kamu yang tertarik untuk melanjutkan studi ke luar negeri tapi masih bingung mau mulai darimana. Semua layanan ini bisa sobat Meddy dapatkan disini, follow juga instagram Mediamaz Scholar ya!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top