Velyn Angelica, Pilot Cantik dan Pemberani yang Sukses jadi Pemadam Kebakaran Hutan

Pilot adalah salah satu profesi yang membutuhkan keahlian yang tinggi. Terlepas dari kesulitan ini, Velyn berhasil mewujudkan mimpinya menjadi pilot di usia yang masih belia. Bukan untuk penerbangan pesawat komersil, perempuan ini adalah penerbang helikopter yang juga berperan sebagai pemadam kebakaran hutan. Yuk, kita bahas kisah Velyn![1]

Mudah dan Fleksibel Konsultasi Beasiswa Luar Negeri, WhatsApp Di Sini

Program Kuliah

Tekad Sekolah Pilot diawali dari Keinginan untuk Mandiri

Tidak bergantung secara finansial pada orang tua adalah tujuan awal Velyn saat bertekad ingin menjadi pilot. Perempuan kelahiran tahun 1999 ini berpikir bahwa berkuliah seperti pada umumnya memakan waktu yang terlalu lama. Dilandasi hal itu, ia memilih mendaftarkan diri di salah satu sekolah penerbangan di Jakarta.[1]

Velyn kemudian mengurus segala keperluan sekolahnya di Jakarta sendiri. Sejak kecil, ia selalu dididik untuk menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Sifat inilah yang kemudian menjadi bekalnya dalam membangun karier.[1]

Satu tahun empat bulan Velyn menjalani pendidikan pilot, dan langsung dipercaya menjadi pengajar di sana. Karakter yang penuh tanggung jawab membuka jalan baginya dalam mendapatkan pekerjaan tersebut. Karier pilot helikopter pemadam kebakaran hutan baru dimulai Velyn satu tahun setelahnya.[1]

Semua berawal ketika perempuan asal Pontianak ini mendapatkan tawaran kerja dari salah satu perusahaan mitra pemasok APP Sinar Mas untuk menerbangkan helikopter. Sebelumnya ia adalah pilot pesawat bersayap tetap (fixed wing). Velyn menjawab tantangan tersebut dengan mengikuti pendidikan untuk menerbangkan pesawat jenis baling-baling (helikopter) selama 6 bulan.[1]

Saat ini, Velyn juga memegang lisensi penerbangan helikopter. Pekerjaannya terkait dengan upaya pemadaman kebakaran hutan, sehingga ia juga mempelajari hal tersebut termasuk pengenalan alat pemadam kebakaran. Velyn kemudian juga memiliki lisensi pemadaman api dari Manggala Agni.

Nyaman Study Abroad dengan Visa Pelajar, WhatsApp Di Sini

Tantangan sebagai Pilot Helikopter Pemadam Kebakaran Hutan

Pilot & Pemadam Kebakaran Hutan, Velyn Angelica

Salah satu peran Velyn adalah memantau area hutan dan lahan lewat patroli udara. Ia mulai bertugas menjadi penerbang pada Juli 2021. Velyn saat itu menjadi co-pilot dalam menerbangkan Helikopter Bell 412 di wilayah operasi kawasan Pekanbaru, Riau, dan Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.[1]

Patroli udara adalah tahap awal dalam memastikan tidak terjadi kebakaran, termasuk mencegah kebakaran meluas. Dalam keadaan mendesak, Velyn juga harus melakukan pendaratan darurat untuk menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC). Hal tersebut menjadi salah satu tantangannya.[1]

“Kalau pilot komersial, spot tujuannya sudah ditentukan. Tapi kalau pilot helikopter spot-nya selalu berubah dan tidak tetap,” kata Velyn dikutip dari Inews.id, Selasa (14/03/23).

Pilot cantik ini mengungkapkan pekerjaannya selalu menantang, dan itulah seninya. Salah satu yang kerap dihadapinya adalah tidak ada tempat mendarat (helipad) tersendiri. Media mendaratnya bisa bermacam-macam, misalnya di rawa, tanah yang tidak keras, atau bahkan tonggak kayu.[1]

Mimpimu adalah Meraih Beasiswa? Hubungi Meddy Sekarang Melalui WhatsApp untuk Mendapatkan Mentorship Terbaik!

Patroli Udara Sebagai Tahap Awal

Patroli udara juga menjadi tahap awal cara memadamkan kebakaran hutan dengan tujuan mendeteksi titik api. Ketua TRC akan memberikan informasi kepada situation room di fire base lewat radio komunikasi. Mereka kemudian akan menentukan apakah dibutuhkan helikopter untuk water bombing ataupun alat pemadam kebakaran lainnya.

Water bombing adalah salah satu sarana pemadam kebakaran hutan, dimana air diturunkan secara langsung dari helikopter atau pesawat ke wilayah titik api. Pilot cantik yang telah mengantongi 500 jam terbang ini mengungkapkan bahwa tahun lalu ia hanya melakukan 3 kali bombing. Sebab tidak ada musim kemarau ketika ia bertugas.[1]

Sobat Meddy mungkin bertanya mengapa sering terjadi kebakaran hutan di musim kemarau. Alam yang lebih sulit dikendalikan, misalnya suhu yang sangat tinggi dan gesekkan pohon atau daun kering adalah beberapa penyebab kebakaran hutan. Oleh karena itu, Velyn dan tim lebih sering dan rutin melakukan patroli udara ketika musim kemarau.[1]

“Saya berprinsip dengan cara membuktikan bahwa saya bisa jadi pilot helikopter, sedangkan untuk risiko tinggi saya katakan bahwa semua pekerjaan itu memiliki resiko tinggi semua,” ujar Velyn dikutip dari Merdeka.com, Selasa (14/03/23).

Walau penuh tantangan, pilot cantik Indonesia ini sangat mencintai profesinya. Ia merasa profesinya unik karena tidak akan mendapatkan pekerjaan rumah. Tugas mereka selesai sesaat setelah pesawat mendarat. Ditambah lagi, ia memiliki pendapatan di atas rata-rata dan waktu luang yang lebih banyak. Setelah selesai kerja, ia biasa mendapat libur 1-2 minggu.[1]

Pastikan Perjalananmu Aman dan Lancar dengan Visa Pelajar, WhatsApp Di Sini

Rekomendasi 5 Sekolah Pilot Terbaik di Indonesia

Apa sudah terbayang gambaran profesi pilot lewat cerita Velyn? Pekerjaan ini mungkin cocok untuk kalian yang senang dengan tantangan. Ditambah lagi, profesi ini juga memiliki sejumlah benefit yang jarang ditemukan di tempat lain. Nah, Meddy punya beberapa daftar sekolah penerbangan terbaik di Indonesia untuk kalian yang tertarik menekuni bidang ini.

1. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug 

Dikenal dengan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) merupakan sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Sekolah ini terletak di Jl. Raya PLP Curug, Kecamatan Legok, Tangerang, Banten. STPI telah berdiri sejak tahun 1952.[1]

Untuk menempuh pendidikan di STPI ini dibutuhkan sekitar Rp 65-88 juta. Biaya ini meliputi biaya akademik, perlengkapan, asmara, makan, bahkan hingga wisuda. Informasi lengkap tentang STPI dapat kalian akses lewat situs resminya https://ppicurug.ac.id/.[1] 

2. Bali International Flight Academy (BIFA)

Seperti yang bisa dilihat pada namanya, sekolah satu ini terletak di Buleleng, Bali. Bali International Flight Academy telah mendapatkan sertifikasi resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan International Civil Aviation Organization. Mereka telah beroperasi sejak 2008. Biaya pendidikan di BIFA adalah sekitar Rp985 juta, ditambah dengan biaya asuransi diri pelajar Rp12,5 juta, dan deposit mahasiswa Rp25 juta. Cari tahu syarat lengkap dan informasi lebih lanjut seputar sekolah penerbangan di Bali ini melalui situs BIFA berikut http://www.baliflightacademy.com/.[1]

3. Bandung Pilot Academy

Sekolah penerbangan yang terletak di Kota Bandung ini telah berdiri sejak tahun 2008. Siswa yang belajar di sini akan langsung berlatih di Bandara Husein Sastranegara. BPA menawarkan beberapa pelatihan, yaitu private pilot license (PPL), commercial pilot license (CPL), instrument rating (IR), dan multi engine rating (MER).[1]

Training area dalam Bandara Husein Sastranegara yang digunakan untuk peserta didik BPA adalah Cianjur Area, Sulaiman Area yang sebelumnya dikenal dengan Banjaran Area, dan Majalaya Area yang dulu dikenal sebagai Ciparay Area. Masa studi di BPA sekitar 12 bulan dengan kisaran biaya Rp 845-850 juta. Informasi lebih rinci seputar BPA dapat diakses lewat https://bandungpilotacademy.com/.[1]

4. Deraya Flying School

Akademi ini didirikan sejak 1972 dan dapat dibilang sebagai salah satu sekolah penerbangan tertua yang ada di Indonesia. Deraya Flying School terletak di Jakarta. Pusat pelatihan mereka dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma.[1]

Deraya Flying School menyediakan beberapa lisensi pendidikan dengan durasi yang berbeda. Program lisensi yang ditawarkan ialah private pilot license (PPL), commercial pilot license (CPL), instrument rating (IR), dan multi engine rating (MER). Biaya yang dibutuhkan untuk belajar di sini berada dalam kisaran Rp 855 juta hingga Rp 1 miliar.[1]

Aktivitas dan informasi terbaru tentang Deraya Flying School dapat dilihat dalam akun Instagram resmi mereka https://www.instagram.com/derayaflyingschool/.

5. Aero Flyer Institute

Sekolah pilot yang satu ini juga terletak di Tangerang, tepatnya di Serdang Wetan, Legok. Sekolah ini mulai beroperasi pada tahun 2006.

Walaupun aktivitasnya berpusat di sana, peserta didiknya tidak hanya melakukan pelatihan di Bandara Budiarto, Tangerang. Aero Flyer Institute juga mengadakan latihan penerbangan di Bandara Cakrabhuwana, Cirebon, dan Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu. Dibutuhkan biaya kurang lebih Rp 882 juta untuk dapat menempuh biaya pendidikan di sini, belum termasuk biaya daftar dan asrama.[1]

Sobat Meddy dapat mengakses situs berikut http://www.aeroflyer.co.id/ untuk mengetahui persyaratan dan program pendidikan lengkap dari Aero Flyer Institute.[1]

Buat kamu yang mau dibantu Meddy urus penerjemah dokumen tersumpah, bisa langsung hubungi Whatsapp

Layanan Beasiswa

Apa Yang Bisa Meddy Bantu?

Itulah info mengenai Velyn Angelica dan sekolah kedinasan untuk profesi pilot. Jadi, tenang saja kalau kamu masih bingung untuk urus persiapan semua dokumennya, kamu bisa hubungi konsultan Meddy untuk gabung Program Kelas Persiapan Luar Negeri yang Tersebar di 20 Negara, konsultasi beasiswa, Kelas TOEFL IBT & ITPIELTS, dan TOEIC di Mediamaz Scholar. Nggak hanya itu, ada juga pelayanan terbaik lainnya dengan jaminan harga termurah se-Indonesia seperti Jasa Penerjemah TersumpahJasa TranslatorJasa Proofreading, dan Jasa SKCK. Yuk, langsung hubungi kami by WhatsApp atau DM Ke Instagram @Mediamazscholar. Thanks ya Sob!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top