Sertifikat TOEFL

Terkendala Bahasa Inggris? Ini 7 Beasiswa Luar Negeri Tanpa Syarat TOEFL

Banyak pejuang beasiswa yang berpikir bahwa untuk mendapatkan beasiswa luar negeri wajib melampirkan sertifikat TOEFL. Padahal, tidak semua beasiswa luar negeri mewajibkan sertifikat TOEFL. TOEFL atau Test of English as a Foreign Language merupakan tes kemampuan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang dibuat oleh ETS (Educational Testing Service), lembaga yang berasal dari Amerika Serikat. Berikut ini merupakan 7 beasiswa luar negeri tanpa syarat TOEFL. Penasaran? Yuk buruan cek informasinya!

7 Beasiswa Kuliah di Luar Negeri Tanpa Sertifikat TOEFL

Berikut 7 informasi beasiswa kuliah di luar negeri tanpa sertifikat TOEFL.

1. Russian Government Scholarship, Beasiswa Kuliah di Rusia Tanpa Sertifikat TOEFL

Beasiswa tanpa syarat TOEFL yang pertama datang dari Rusia. Russian Government Scholarship sendiri merupakan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Rusia dan dibuka setiap tahunnya. Program beasiswa dari pemerintah Rusia ini dibuka untuk jenjang pendidikan S1-S3. Beasiswa pemerintah Rusia tidak termasuk biaya perjalanan, biaya hidup, serta polis asuransi kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut, sobat Meddy dapat mengeceknya di https://studyinrussia.ru/en/actual/scholarships/.

Dokumen:

  • Paspor, Kartu Keluarga & Akte Kelahiran.
  • Transkrip nilai, Ijazah nilai rata-rata minimal 8,5 untuk S1 dan IPK min 3,0 untuk S2-S3.
  • Surat jaminan dan Sertifikat kesehatan.
  • Surat pernyataan dan pendanaan.
  • Motivation letter dan Abstrak (dalam bahasa Inggris).

Cakupan beasiswa meliputi: 

  • Biaya kuliah gratis untuk seluruh program yang dipilih.
  • Tunjangan pemeliharaan (untuk seluruh durasi studi terlepas dari keberhasilan kandidat).
  • Akomodasi asrama (jika tersedia).
  • Mahasiswa internasional juga mendapatkan fasilitas gratis untuk belajar bahasa Rusia dari pemerintah.

2. Beasiswa DAAD (EPOS), Beasiswa ke Jerman

Bagi Sobat Meddy yang ingin berkuliah di Eropa, negara Jerman bisa menjadi salah satu negara yang wajib kamu pertimbangkan. Sobat Meddy bisa memanfaatkan beasiswa EPOS. Program beasiswa yang satu ini juga tersedia tiap tahun dan terbuka bagi kandidat Indonesia. Beasiswa Epos terbuka untuk studi jenjang S2 (master’s degree) dengan durasi 12-24 bulan dan jenjang S3 dengan durasi 42 bulan di universitas maupun institusi Jerman. Pelamar terpilih akan mendapatkan beasiswa sebesar 861 Euro per bulan untuk program master, dan 1.200 Euro per bulan untuk program PhD. Beasiswa juga mencakup asuransi kesehatan dan kecelakaan, serta kursus bahasa Jerman selama 6 bulan untuk perkuliahan dalam bahasa Jerman. 

Selain itu disediakan juga tunjangan perjalanan. Dalam kondisi tertentu, penerima beasiswa juga bisa menerima manfaat tambahan, yakni subsidi sewa bulanan, serta tunjangan bulanan untuk anggota keluarga yang menemani. Biaya yang tidak ditanggung oleh DAAD berupa biaya pendaftaran kuliah atau biaya masuk ke universitas. Walaupun sobat Meddy tidak wajib untuk melampirkan sertifikat TOEFL, tapi tetap harus mengikuti tes bahasa Jerman DHS 2 atau TestDAF 4 sampai level A2. Periode pendaftaran beasiswa DAAD bervariasi, tergantung pada program yang tersedia. Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada laman DAAD Indonesia di www.daad.id

Persyaratan:

  • Bekerja pada otoritas publik (pemerintahan), perusahaan negara, atau perusahaan swasta di negara berkembang.
  • Memegang gelar sarjana di area terkait.
  • Menyelesaikan gelar akademik dengan nilai di atas rata-rata serta memiliki pengalaman kerja profesional setidaknya dua tahun pada bidang terkait.
  • Gelar akademik yang telah diraih normalnya tidak lebih dari enam tahun.
  • Untuk perkuliahan yang menggunakan bahasa Jerman: mengikuti DSH 2 atau TestDaF 4 dengan level minimum A2.
  • Untuk perkuliahan yang menggunakan bahasa Inggris: skor IELTS (Band 6) atau TOEFL PBT 550, CBT 213, dan IBT 80.

Dokumen:

  • Formulir aplikasi DAAD.
  • CV & Motivation Letter.
  • Surat rekomendasi dari universitas dan tempat kerja maupun atasan.
  • Surat keterangan kerja minimal 2 tahun pengalaman kerja relevan.
  • Salinan ijazah gelar akademik dan transkrip nilai dilegalisir.
  • Tidak wajib IELTS/TOEFL untuk perkuliahan Bahasa Jerman, tapi harus mengikuti DSH 2 atau TestDaF 4 dengan level minimum A2.

3. Global Korean Scholarship (GKS), Beasiswa untuk Pecinta Kpop dan Kdrama

Bagi yang belum kenal, beasiswa GKS atau yang dikenal juga dengan nama beasiswa KGSP merupakan beasiswa penuh pemerintah Korea yang ditawarkan tiap tahun. Beasiswa GKS dikelola oleh NIIED (National Institute for International Education). Beasiswa ini diberikan bagi calon mahasiswa internasional untuk melanjutkan studi program S1, S2, S3 dan program riset.

Selain mendapatkan akomodasi yang lengkap, mahasiswa internasional juga akan mendapatkan pelatihan bahasa Korea selama 1 tahun sebagai syarat untuk mengikuti kuliah dan minimal mendapatkan sertifikat TOPIK level 4 atau 5 sesuai kebutuhan universitas. Namun, jika sobat Meddy telah memiliki sertifikat TOPIK level 4 atau 5 pada saat mendaftar beasiswa, dapat tetap melampirkannya. Khusus program S1 biasanya dibuka pada bulan September hingga Oktober, sedangkan untuk S2, S3, dan program riset biasanya dibuka bulan Februari. Bagi Sobat Meddy yang tertarik dengan program beasiswa GKS bisa mengunjungi website resmi www.studyinkorea.go.kr untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Persyaratan beasiswa:

  • Memiliki kesehatan yang baik.
  • S1 usia maksimal yaitu 25 tahun dan untuk S2-S3 usia maksimal yaitu 40 tahun.
  • Lulusan S1 dan S2.
  • IPK 2,64 (Skala 4,0).

4. Chinese Government Scholarship (CGS), Beasiswa ke Tiongkok Tanpa Sertifikat TOEFL

Pemerintah Tiongkok memberikan kesempatan untuk mahasiswa internasional dengan menyediakan beasiswa S1, S2 dan S3 melalui Chinese Government Scholarship. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah, biaya akomodasi, asuransi kesehatan, dan uang saku perbulan. Pemerintah Tiongkok rutin membuka pendaftaran program beasiswa ini setiap akhir hingga awal tahun, yakni bulan Desember hingga Februari.

Bagi sobat Meddy yang telah memiliki sertifikat kemampuan bahasa Mandarin, HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) wajib melampirkannya. Sobat Meddy dapat melampirkan seluruh dokumen dalam bahasa Mandarin maupun bahasa Inggris. Pendaftaran beasiswa pemerintah Tiongkok dibuka pada awal tahun. November menjadi bulan untuk pendaftaran beasiswa ini, lalu akan berakhir pada bulan Februari setiap tahunnya. Informasi selengkapnya dapat dilihat di https://www.campuschina.org/.

Persyaratan beasiswa:

  • Bukan merupakan warga Tiongkok.
  • Usia S1 maksimal 25 tahun, S2 35 tahun, dan S3 40 tahun.
  • Berada dalam kondisi sehat.

5. Turkiye Burslari Scholarship (YTB), Beasiswa ke Negara Turki

Beasiswa ini disediakan Pemerintah Turki setiap tahun. Program ini menawarkan 2 jenis beasiswa, yaitu Full-time Program yang mencakup beasiswa penuh waktu untuk program S1, S2, dan S3 dan Short-term Program yang mencangkup Success Scholarship Program, Research Scholarship Program, dan Turkish Language Programme for Public Officials and Academicians [KATİP]

Selain tidak ada syarat TOEFL, teman-teman penerima beasiswa juga akan diberikan beasiswa penuh untuk kuliah di Turki, loh. Beasiswa untuk program S1, S2, dan S3 ini mencakup biaya sekolah, akomodasi asrama, tiket pesawat pulang dan pergi, serta kursus Bahasa Turki selama setahun. Beasiswa tanpa TOEFL yang satu ini biasanya akan membuka pendaftaran sekitar bulan Februari. Bagi sobat Meddy yang penasaran bisa langsung klik website https://www.turkiyeburslari.gov.tr/.

Persyaratan beasiswa:

  • Bukan merupakan warga Turki atau terdaftar Universitas di Turki.
  • Umur S1 maksimal 21 tahun, S2 30 tahun, dan S3 35 tahun.
  • Nilai minimum 70 untuk S1, 75 untuk S2, dan 90 untuk S3.
  • Lulusan SMA, S1, maupun S2.

6. MEXT (MONBUKAGAKUSHO), Beasiswa Tanpa Sertifikat TOEFL ke Jepang

MEXT merupakan beasiswa dari pemerintah Jepang melalui Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Monbukagakusho/MEXT) yang setiap tahun menawarkan beasiswa fully funded untuk pelajar asing yang ingin kuliah di Negeri Sakura untuk studi program S1, S2, S3, dan penelitian. Beasiswa ini terdiri dari beberapa jenis, diantaranya: Research Student, Undergraduate, College of Technology, Specialized Training College, Teacher Training, dan Japanese Studies. Setelah para mahasiswa internasional lolos hingga tahap akhir, selanjutnya mereka akan mendapatkan fasilitas pelatihan bahasa Jepang selama 1 tahun dan pelatihan lainnya sesuai dengan jurusan. Jadwal pendaftaran ini berlaku mulai pertengahan April hingga Mei. Kalau berminat, kamu dapat pergi ke situs www.id.emb-japan.go.jp ya. 

Persyaratan:

  • Research Student Scholarship: Berusia di bawah 35 tahun, menjadi lulusan perguruan tinggi atau telah menyelesaikan 16 tahun sekolah, jika kamu belum lulus maka ajukan beasiswa MEXT ini sebelum hari keberangkatan yang diharapkan sebagai pemegang beasiswa.
  • Undergraduate Student Scholarship: Berusia antara 17 dan 22 tahun, telah menyelesaikan 12 tahun pendidikan atau memiliki ijazah sekolah menengah, jika kamu belum lulus maka tunggu untuk mendaftar sampai tahun kamu diharapkan untuk lulus.
  • Specialized Training College Student Scholarship: Berusia antara 17 dan 22 tahun, telah menyelesaikan 12 tahun pendidikan atau memiliki ijazah sekolah menengah, jika kamu belum lulus maka tunggu untuk mendaftar sampai tahun kamu diharapkan untuk lulus.
  • Japanese Studies Scholarship: Berusia antara 18 dan 30 tahun, telah menyelesaikan 12 tahun pendidikan atau memiliki ijazah sekolah menengah, terdaftar sebagai mahasiswa sarjana di negara di luar Jepang sebelum mendaftar dan dapat kembali ke institusi tersebut sekembalinya kamu dari Jepang, dan berasal dari jurusan bahasa Jepang atau budaya Jepang.

7. Brunei Darussalam Government Scholarship (BDGS), Beasiswa Fully Funded ke Brunei

Beasiswa yang disebut juga sebagai BDGS ini adalah beasiswa yang selalu dibuka setiap tahun dan beasiswa ini fully funded untuk calon mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studi program S1, S2, dan Diploma. Pada program ini ada 5 universitas yang tersedia, yaitu: Universiti Brunei Darussalam (UBD), Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan (KUPU SB), Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Universiti Teknologi Brunei (UTB), dan Politeknik Brunei (PB). Untuk informasi lebih lanjut, kamu dapat mengunjungi situs http://mfa.gov.bn/pages/bdgs/bdgs2022.aspx ya!

Persyaratan beasiswa:

  • Merupakan warga negara ASEAN, OIC, atau Commonwealth.
  • Usia maksimal S1 yaitu 25 tahun dan S2-S3 maksimal berudis 35 tahun.
  • Bukan merupakan warga negara Brunei.
  • Penerima beasiswa sebaiknya tidak membawa anggota keluarga selama masa penerimaan beasiswa. Tidak ada tunjangan suami/istri/anak yang diberikan serta tidak ada akomodasi yang disediakan kepada pasangan maupun anak yang ikut menemani.
  • Penerima beasiswa selama masa studi tidak diizinkan untuk melakukan pekerjaan yang dibayar atau bekerja pada perwakilan negara manapun di Brunei Darussalam.
  • Penerima beasiswa dianjurkan segera kembali ke negara asal setelah menyelesaikan masa studi.

Baca juga: Beasiswa LPDP Untuk Kamu Yang Mau Belajar Di Rusia, Yuk Disimak!

Mediamaz Scholar

Apakah Sobat Meddy Butuh Bantuan?

Setelah membaca artikel mengenai berbagai rekomendasi beasiswa tanpa TOEFL, apakah sobat Meddy menjadi semakin tertarik untuk melanjutkan studi dengan menggunakan beasiswa? Selain informasi di atas, Meddy juga menyediakan berbagai artikel menarik lainnya seputar informasi kampus dan negara. Nah, jika sobat Meddy mengalami kesulitan jangan ragu untuk menghubungi Meddy. Meddy selalu siap untuk membantu kamu dalam memastikan semua dokumen disiapkan dengan sempurna dengan bantuan penerjemah tersumpah kami. Meddy juga bisa memberikan konsultasi beasiswa bagi kamu yang tertarik untuk melanjutkan studi ke luar negeri tapi masih bingung mau mulai darimana. Semua layanan ini bisa sobat Meddy dapatkan disini.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top